Rp1 Triliun untuk Muluskan Jalan Provinsi di Pulau Sumbawa

Ridwan Syah (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB akan mengalokasikan anggaran sekitar Rp1 triliun untuk membuat kondisi jalan provinsi di Pulau Sumbawa menjadi mantap dan mulus. Anggaran sebesar Rp1 triliun itu rencananya akan dialokasikan secara bertahap selama tiga tahun, mulai 2020 sampai 2022.

Kepala Bappeda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, M. Sc, M.TP mengatakan 2020 merupakan tahun kedua pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) NTB 2019-2023. Dalam rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) 2020, kata Ridwan, Gubernur ingin memastikan kinerja pelayanan infrastruktur jalan dan jembatan di  Pulau Sumbawa bisa lebih baik atau  minimal sama dengan Pulau Lombok.

Ridwan mengungkapkan tingkat kemantapan jalan provinsi di Pulau Sumbawa baru 72 persen dari total panjang jalan 958 km. Sedangkan di Pulau Lombok, tingkat kemantapan jalan provinsi sudah mencapai 90 persen dari total panjang jalan sekitar 500 km.

“Kita ingin pembangunan infrastruktur ini bisa menopang rencana-rencana besar pemerintah yang akan membangun industri  smelter, Samota dan lain-lain,” terang Ridwan dikonfirmasi usai pembukaan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD 2020 di Kantor Bappeda, Senin, 25 Maret 2019 siang.

Sementara untuk pengembangan infrastruktur jalan, jembatan dan kapasitas masyarakat di Pulau Lombok, NTB mendapatkan dukungan dana dari Bank Dunia lewat  Indonesia Tourism Development Program (ITDP). Program ini dibiayai Bank Dunia bersama Pemerintah pusat untuk mendukung pengembangan tiga destinasi wisata prioritas di Indonesia, yakni KEK Mandalika, Boroburur dan Dana Toba. Bank Dunia dan pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 triliun untuk tiga daerah tersebut. Karena sudah ada dukungan dari bank dunia dan pemerintah pusat untuk pengembangan infrastruktur dasar di Pulau Lombok, maka anggaran yang bersumber dari APBD akan dialokasikan untuk memantapkan jalan provinsi yang ada di Pulau Sumbawa. Bukan hanya jalan provinsi, kata Ridwan, tetapi juga akan dipergunakan juga untuk memperbaiki banyaknya jembatan provinsi yang rusak akibat bencana di Pulau Sumbawa.

“Kita akan bawa ke Pulau Sumbawa selama tiga tahun 2020,2021 dan 2022, tidak ada lagi jalan tanah, tidak ada lagi jalan kerikil. Tidak ada lagi jembatan putus. Anggaran ini untuk memperbaiki jalan lingkar selatan dan utara Pulau Sumbawa selesai. Nilainya sekitar Rp1 triliun selama tiga tahun,” sebutnya.

Ridwan menjelaskan tidak ada pembukaan jalan baru yang akan dilakukan Pemprov NTB. Anggaran sebesar Rp1 triliun yang akan dialokasikan bertahap selama tiga tahun akan fokus digunakan memperbaiki jalan dan jembatan provinsi yang rusak di Pulau Sumbawa. “Jalan yang ada kita mantapkan semuanya,”pungkasnya. (nas)