Jadi Tuan Rumah MotoGP, Penjualan Sepeda Motor Honda Diproyeksikan Tumbuh Signifikan

Budi Yanto (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Astra NTB melihat peluang besar bagi pasar produk otomotif, terutama sepeda motor Honda di NTB. Menyusul telah ditetapkannya Lombok sebagai tuan rumah pelaksanaan MotoGP 2021 mendatang. Optimisme ini disampaikan Budi Yanto, Kepala Wilayah Astra NTB dalam diskusi dengan media di Mataram, Senin (18/3) kemarin.

Setelah DORNA sebagai penyelenggaran MotoGP menetapkan gelaran MotoGP 2021 dilaksanakan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, tidak sedikit yang ingin menangkap peluang untuk berinvestasi di NTB. “Kawan-kawan saya di luar daerah sudah banyak yang menanyakan tentang Lombok. Tanya-tanya harga tanah juga. Mereka sudah tidak sabar ingin datang ke Lombok,” kata Budi.

Ketertarikan orang luar terhadap NTB ini menurutnya bedampak langsung pada peningkatan investasi di daerah ini. potensi itulah yang menurutnya akan mendogkrak perekonomian dan perputaran uang di NTB dalam waktu yang tak lama lagi. “Ketika ekonomi masyarakat sudah membaik. Lapangan pekerjaan terbuka, secara otomatis akan mempengaruhi permintaan produk-produk otomotif di daerah ini,” jelas Budi Yanto.

Hal itu juga yang membuat Astra NTB sangat meyakini NTB akan menjadi daerah yang berkembang pesat. Melihat situasi pasar saat ini, penjualan sepeda motor Honda, tambah Budi Yanto, di NTB tergolong cukup baik. Penjualannya tumbuh 5 sampai 6 persen di bulan-bulan awal tahun ini, dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Dalam sebulan Astra Motor NTB melalui jaringannya tetap mampu menjual sepeda motor Honda sebanyak 7.000-an unit sebulan. “Gempa, pengaruhnya kecil. Permintaan sepeda motor masih cukup bagus. Bahkan tahun 2018 lalu tergolong penjualan di NTB sangat bagus,” terangnya. Sepeda motor yang paling diminati pasar saat ini sepeda motor type matic.

Penggunaannya, selain lebih praktis, dan simpel, juga lebih kepada tuntutan gaya hidup. Sepeda motor type matic sementara ini menguasai pasar penjualannya di atas 80 persen. di tambah type kendaraan trail. Pascagempa, sektor pariwisata sejauh ini belum bergerak signifikan . Astra NTB melihat itulah potensi pasar lainnya yang masih wait and see. “Kalau sektor pariwisata ini makin bergerak, Lombok ini semakin potensial,” demikian Budi. (bul)