Pascakonversi, Bank NTB Syariah Makin Inovatif dan Kompetitif

(dari kanan ke kiri) Direktur Dana & Jasa, H. Saharuddin, Direktur Kepatuhan & MjR, H. Ferry Satrio, Direktur Utama, H. Kukuh Rahardjo bersama Direktur Keuangan & Operasional Hj. Baiq Dien Rosana Juwita. (Suara NTB/bul)

Advertisement

Mataram (Suara NTB) – Bank NTB Syariah menjawab keraguan banyak kalangan atas perkembangannya, pascakonversi dari bank konvensional ke bank syariah penuh. Bank milik masyarakat dan pemerintah daerah NTB ini justru menunjukkan perkembangan yang berbeda. Makin inovatif, dan makin kompetitif bersaing dengan bank umum nasional lainnya.

Sejumlah terobosan produk telah dilakukan, pascakonversi penuh pada September 2018 lalu. Digitalisasi layanan juga terus di lakukan. Bank NTB Syariah mengarah kepada bank yang lebih modern dengan pendekatan pelayanan yang lebih praktis.

Pascakonversi ke bank syariah penuh, bank di bawah kendali H. Kukuh Rahadjo sebagai Direktur Utama terus menelurkan terobosan – terobosan menukik. Baik dari sisi produk, program, maupun perangkat pelayanan. Bank NTB Syariah kini boleh ‘’diadu’’ dengan bank-bank umum lainnya dalam hal pelayanan dan produk.

Kepercayaan masyarakat terus tumbuh. Terutama dunia usaha. Para pengusaha lokal telah kembali ke bank daerahnya, sebut saja para pengembang yang tergabung dalam wadah Real Estate Indonesia (REI). Pendekatan-pendekatan yang dilakukan manajemen Bank NTB Syariah kepada stakeholders dan masyarakat menjadikan bank ini pelan-pelan menjadi bank kepercayaan. Bank NTB Syariah benar-benar telah menjawab keraguan dalam beberapa bulan pascakonversi.

Kukuh Rahardjo bukan bankir biasa. Belum lama menjadi direktur utama, kerjasama telah berhasil di galang dengan sejumlah mitra. Sebut saja dengan Telkomsel untuk pelayanan perbankan yang praktis dan modern menggunakan SMS Banking, USSD dan GPRS. Transaksi perbankan bisa dilakukan bahkan di daerah yang blank spot data. Pelayanan digital yang cukup lengkap ini bahkan satu-satunya dimiliki bank di NTB ini.

Dalam dua tahun, H. Kukuh Rahardjo berkeinginan membalikkan keadaan. Bank NTB Syariah menjadi utama di daerah ini.  H. Kukuh Rahardjo bersama Hj. Baiq Dien Rosana Juwita/ Direktur Keuangan & Operasional, H. Ferry Satrio/ Direktur Kepatuhan & MjR, dan H. Saharuddin/ Direktur Dana & Jasa secara umum menggambarkan asset Bank NTB Syariah saat ini sebesar Rp7,038 triliun lebih pada Desember 2018. Hingga akhir Maret 2019 ini, asset diproyeksikan akan tumbuh menjadi Rp8 triliun.

Dari mana pertumbuhan asset ini? Dana Alokasi Umum (DAU) yang masuk ke NTB  bisa mencapai Rp700 miliar hingga Rp800 miliar. Belum lagi ditambah dana-dana dekonsentrasi. Dana yang masuk ke daerah ini secara tidak langsung akan masuk ke pencatatan asset.

‘’Dan Insya Allah, tahun 2023 atau 2025 mendatang asset Bank NTB Syariah akan menjadi Rp20 triliun,’’ demikian H. Kukuh.

Bank NTB Syariah tengah terus mengembangkan layanan dan fasilitas pelayanannya. Saat ini sebanyak 151 ATM yang tersebar di titik-titik strategis. Dan akan ditambah sebanyak 65 unit. Selain itu, terdapat 206 fasilitas mesin EDC. Sesuai rencana, akan diperbanyak menjadi 500 unit tahun ini. pengguna mobile banking yang tiga tahun sebelumnya hanya 1 persen telah naik menjadi 2,06 persen.

Sebelumnya Bank NTB dianggap sebagai bank dengan pelayanan tertinggal dari bank umum lainnya. H. Kukuh Rahardjo lagi-lagi ingin membalikkan keadaan. Dan telah mulai dilakukan. Bank NTB Syariah akan bekerjasama dengan seluruh tenant yang ada di Lombok Epicentrum Mall (LEM). Seluruh transaksi pembayaran akan menggunakan QR Code Bank NTB Syariah.

‘’Saya sudah ada komunikasi dengan pimpinan manajemen LEM dan Insya Allah, semua tenant nantinya akan menjadi nasabah Bank NTB Syariah dan transaksi-transaksi pembayarannya akan menggunakan fasilitas Bank NTB Syariah,’’ ujarnya.

Untuk mesin EDC, perangkat milik Bank NTB Syariah dipastikan lebih unnggul. Dapat digunakan untuk semua jenis kartu.  Bank NTB Syariah juga akan bekerjasama dengan pemerintah daerah terkait untuk pembayaran berbagai jenis retribusi.

‘’Kita akan bangun sistem yang terkoneksi antara kasir dengan BPKAD,’’ papar H. Kukuh.

Selain itu, pembayaran Samsat kendaraan bermotor juga fasilitasnya akan dilayani langsung hanya melalui ponsel. Tidak lagi harus bertemu dengan petugas Samsat atau mengantri. Pembayaran dapat dilakukan langsung melalui genggaman.

Tidak saja akan menjadi bank terdepan dalam urusan duniawi, untuk keberkahan akhirat, H. Kukuh Rahardjo mengatakan akan mengembangkan sistem yang memudahkan siapa saja untuk berwakaf. Wakafnya dialokasikan untuk pembelian Al Qur`an.

“Kita bebaskan masyarakat dari buta huruf Al Qur`an. Semoga Allah meridhoi,”  demikian H. Kukuh. (bul/*)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.