Dongkrak Kunjungan Wisatawan, Harga Tiket ke Lombok Dipastikan Semakin Kompetitif

Halus Mandala dan Dewantoro Umbu Joka (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kehadiran maskapai penerbangan AirAsia di Lombok International Airport (LIA) diyakini akan mendongkrak kunjungan wisawatan domestik dan mancenegara ke NTB. Selain itu, keberadaan maskapai penerbangan berbiaya murah atau low cost carrier (LCC) ini juga akan membuat harga tiket pesawat ke Lombok akan semakin kompetitif.

Pemerhati Pariwisata NTB, Dr. Halus Mandala, M. Hum mengatakan, pariwisata NTB akan cepat bangkit dengan pembukaan penerbangan langsung Perth-Lombok dan penambahan frekuensi penerbangan Lombok – Kuala Lumpur oleh maskapai AirAsia.

Apalagi, AirAsia juga akan membuka dua rute domestik dari Lombok. Yakni, Lombok – Denpasar dan Lombok – Yogyakarta. ‘’Dengan kehadiran AirAsia tanggal 9 Juni flight pertama ke Perth – Lombok. Itu angin segar bagi pariwisata NTB,’’ kata Halus dikonfirmasi Suara NTB, Jumat, 15 Maret 2019 siang.

Destinasi wisata tiga-gili di Lombok Utara dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika akan menjadi sasaran wisatawan asal Australia. Ia mengatakan, wisatawan asal negeri Kanguru itu senang berwisata ke tiga gili dan KEK Mandalika.

Ia menyebut, angka kunjungan wisman asal Australia pernah menjadi nomor pertama di NTB. Sekarang, kunjungan wisman terbanyak berasal dari Cina. Dengan dibukanya penerbangan langsung Perth – Lombok, Halus yakin wisman asal Australia akan mendominasi kunjungan ke NTB.

Diharapkan, Pemprov dapat melobi AirAsia agar membuka penerbangan ke sejumlah kota di Indonesia. Seperti Lombok – Jakarta, Lombok – Surabaya dan lainnya. Ia melihat, untuk rute tersebut saat ini dikuasai maskapai Garuda Indonesia dan Lion Air.

Baca juga:  Garuda Indonesia Gelar Sapa Pelanggan dan Kejutan Free Upgrade Kelas Bisnis

‘’Sehingga rata-rata harga tiket ke Lombok lebih mahal. Karena memang monopoli dua maskapai itu selama ini. Dengan kehadiran AirAsia maka harga tiket penerbangan ke Lombok semakin kompetitif,’’ ujarnya.

Akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata (STIP) Mataram ini berharap Pemprov dapat melobi maskapai AirAsia membuka rute-rute domestik lainnya. Sehingga ada pilihan bagi wisatawan domestik memilih transportasi. Pasalnya, selama ini harga tiket ke Lombok jauh lebih mahal dibandingkan daerah lainnya.

‘’Sehingga masyarakat punya banyak pilihan dan murah. Selain itu, pemerintah perlu melobi untuk bisa mendesak pembatalan bagasi berbayar. Kaena dampaknya besar, industri kreatif bisa mati,’’ katanya.

Terkait dengan pembukaan penerbangan langsung Perth – Lombok, Halus memberikan masukan agar Pemprov juga mendorong kerjasama bisnis antara NTB dengan Australia. Supaya penerbangan langsung tersebut dapat bertahan.

Hal ini berkaca dari maskapai Jestar Airways yang pernah membuka rute yang sama dan akhirnya menutup rute tersebut akibat tingkat keterisian penumpang yang sedikit. ‘’Kalau hanya mengandalkan pelancong saja, baliknya bisa kosong. Pemerintah harus mendorong bisnis NTB supaya lebih bergairah,’’ sarannya.

Terpisah, Ketua Asita NTB, Dewantoro Umbu Joka mengatakan, pembukaan penerbangan langsung Perth – Lombok berpengaruh positif untuk meningkatkan kunjungan wisman ke NTB. Selain itu, wisatawan domestik juga diperkirakan akan banyak ke NTB.

Pasalnya, AirAsia juga akan membuka penerbangan langsung Lombok – Denpasar dan Lombok – Yogyakarta.

Baca juga:  Konektivitas Wilayah akan Buka Pertumbuhan Ekonomi Baru

‘’Yang pasti, dengan masuknya AirAsia buka rute Lombok-Denpasar dan Lombok – Yogyakarta itu menjadi alternatif atau ada pilihan lain yang murah bagi calon penumpang,’’ katanya.

Dengan dibukanya penerbangan langsung tersebut diprediksi pendapatan sektor pariwisata NTB mencapai 20,45 juta dolar Amerika. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. L. Moh. Faozal, M. Si dalam rapat pimpinan (Rapim) yang dipimpin Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Kamis, 24 Januari lalu.

Faozal menyebutkan, estimasi jumlah penumpang AirAsia dari Perth ke Lombok pada semester I 2019 sebanyak 10.935 orang. Kemudian untuk semester II sebanyak  12.393 orang.

AirAsia akan melayani penerbangan Lombok – Perth tiga kali dalam seminggu. Rata-rata jumlah penumpang setiap penerbangan diasumsikan 80 persen menggunakan pesawat Airbus 320. Faozal menambahkan pihaknya bersama tim AirAsia menghitung rata-rata lama tinggal wisatawan Australia selama di Lombok lima hari.

Dengan asumsi pendapatan sebesar itu diperkirakan akan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi NTB pada 2019. Penerbangan langsung Lombok – Perth akan disubsidi oleh pemerintah. Dengan adanya subsidi, maka harga tiket Lombok – Perth hanya 120 dollar Australia. Jika nilai tukar satu dolar Australia sebesar Rp10.000. Maka  harga harga tiket hanya Rp1,2 juta dari Lombok ke Perth. (nas)