MoU dengan AirAsia, Pelaku Pariwisata Sumringah

Ketua DPD GIPI NTB, Awanadi Aswinabawa (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Kamis, 14 Maret 2019, antara Pemprov NTB dengan AirAsia yang membuka  rute penerbangan langsung (direct flight) Perth Australia – Lombok disambut positif pelaku pariwisata. Direct flight Perth –Lombok dinilai sangat menjanjikan dan positif bagi perkembangan NTB khususnya dari sektor pariwisata.

Demikian disampaikan Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB, Awanadi Aswinabawa kepada Suara NTB, Kamis, 14 Maret 2019. Awanadi menyebutkan, ada beberapa alasan yang mendasari optimisme dengan dibukanya penerbangan langsung Perth-Lombok.

Pertama katanya, wisatawan asal Australia selama ini menempati tiga besar jumlah wisatawan yang malancong ke NTB (baca Lombok).  ‘’Dengan akses penerbangan yang selama ini masih terbatas. Artinya wisatawan Australia ke Lombok harus melalui Bali. Angka kunjungan wisatawan Australia sudah cukup besar. Apalagi jika penerbangan bisa langsung (dari Perth ke Lombok),’’ ujarnya.

Optimisme positifnya rute langsung Perth-Lombok, juga mengamati kondisi ekonomi masyarakat yang bermukim di negara bagian Australia Barat ini. Negara bagian ini (Perth), merupakan daerah tambang dengan perekonomian masyarakatnya sangat bagus. Sebagai pekerja tambang, ekonomi masyarakatnya mapan dan ada kecenderungan berwisata sudah menjadi kebutuhannya.

Baca juga:  Konsep Promosi Pariwisata BPPD NTB Dipertanyakan

Kemudian waktu tempuh Perth-Lombok yang hanya 4-5 jam. Itu waktu tempuh yang hampir sama jika warga Perth beriwisata ke negara bagian lainnya di Australia. ‘’Dengan potensi yang ada ini, artinya kita punya kans besar untuk meyakinkan warga Australia bahwa berwisata  ke Lombok (baca NTB), adalah pilihan tepat,’’ katanya.

Begitu juga dengan potensi destinasi yang bisa dijual, menurut Awanadi tidak perlu diragukan lagi. ‘’Destinasi wisata NTB variannya lengkap, komplit. Ada gunung, laut, budaya juga kuliner. Yang perlu dicatat juga destinasi wisata NTB masih orisinil,’’ ujarnya.

Yang menggembirakan lagi, wisatawan Australia menurut Awan, sudah mengetahui potensi dan kelebihan yang dimiliki Lombok. ‘’Kesan wisatawan Australia terhadap Lombok sangat positif. Selain varian destinasi wisatanya lengkap, ada kesan mereka berwisata ke Lombok tidak mahal (terjangkau).’’ Ini juga menjadi modal besar yang diyakini mampu memikat wisatawan Australia berwisata ke Lombok.

Baca juga:  PGS Masuk ‘’Calendar of Event’’ BPLS 2019

Sekarang menurut Awan, bagaimana semua elemen, pelaku industri (pariwisata) menyiapkan diri. Memperbaiki pelayanan dari A-Z. Tidak saja destinasi yang harus siap. Pelayanan mulai dari wisatawan turun di bandara harus menjadi perhatian serius. ‘’Bagaimana pelayanan di airport, Imigrasi di bandara. Kemudian sopir taksi dan semua elemen terkait harus maksimal,’’ Awanadi mengingatkan.

Awan mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali yang menyebutkan, rata-rata belanja wisatawan Australia 175 dolar/hari. Dengan lama masa tinggal 9,8 malam. ‘’ Ini potensi yang bisa kita kerjakan.Mereka cukup royal berbelanja dan liburnya cukup lama. Dengan penerbangan Perth-Lombok yang tidak terlalu panjang, mereka bisa menghabiskan waktu berlibur di Lombok,’’ harap Awanadi. (049)