Dorong Nilai Tambah Jagung, Dirjen TP Kementan RI Sepakat Hadirkan Pabrik Mini Pakan Ternak

Dirjen TP Kementan RI, Sumarjo Gatot Irianto bersama Sekda NTB, H. Rosiady H. Sayuti dan Bupati Dompu, H Bambang M Yasin. (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan (TP) Kementerian Pertanian RI, Dr. Ir. Sumarjo Gatot Irianto mengatakan, memiliki tugas agar jagung petani mempunyai nilai tambah pascapanen. Upaya menghadirkan pabrik pakan ternak mini menjadi komitmen agar jagung Dompu tidak dijual dalam bentuk pipilan ke luar.

Hal itu disampaikan Dirjen TP Kementan RI dalam wawancara dengan Suara NTB di Bendungan Mila, Senin (11/3) kemarin. Dikatakan, sebagai Dirjen TP tugasnya menanam dan panen bisa dilakukan oleh siapapun. ‘’Jadi yang susah, siapa yang menggerakkan untuk tanam,’’ katanya.

Ia pun tidak mempersoalkan gagalnya acara panen raya jagung di Saneo karena adanya aksi unjuk rasa dari warga yang menuntut harga jagung pipilan kering Rp.4.400 per Kg. Karena kehadirannya bukan untuk panen, tapi bagaimana jagung tersebut mempunyai nilai tambah tinggi. ‘’Kami tadi sudah bersepakat dengan Pak Bupati, dengan Sekda Provinsi NTB untuk memikirkan supaya pabrik mini makanan ternak,’’ ungkapnya.

Ia juga menegaskan, panen yang dilakukan dirinya atau bupati dan warga tidak ada bedanya. Karena panen hanya sarana untuk mempromosikan sesuatu. ‘’Tapi di balik itu, sebenarnya kami ingin desain Dompu tidak menjual produk primer yang nilai tambahnya terbatas, risiko juga besar. Kalau ndak kering, harganya turun dan nilai tambahnya tidak optimal. Tapi kalau mini animal feed factory, pakan ternak kecil maka akan tumbuh industri pakan ternak. Maka akan tumbuh pakan peternakan, maka akan tumbuh lapangan pekerjaan baru,’’ katanya.

Ia pun sudah berbagi tugas akan menyiapkan masing – masing satu unit pabrik pakan ternak kecil oleh bupati, Sekda Provinsi dan Dirjen TP Kementan RI. Dukungan itu diberikan karena Kabupaten Dompu khususnya memiliki potensi tanaman jagung yang luas dengan tingkat produktivitas yang tinggi. ‘’Kami sudah berbagi tugas tadi. Pak Bupati satu, Saya satu, Pak Sekda satu,’’ terangnya.

Sekda NTB, Ir. H. Rosiady Husaenie Sayuti, M.Sc, P.hD yang ikut mendampingi Dirjen TP Kementan RI di Dompu membenarkan bahwa pihaknya sudah menyepakati rencana menghadirkan pabrik mini pakan ternak di Kabupaten Dompu. Pabrik ini untuk mendukung proksi jagung petani Dompu, sehingga memiliki nilai tambah pascapanen. ‘’Pemprov akan minta satu. Pak Bupati akan minta satu. Jadi ada tiga pabrik pakan mini (di Dompu),’’ katanya.

Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin mengungkapkan, jagung yang siap dipanen pada periode musim hujan ini seluas 84 ribu ha dan target 150 ribu ha luas tanam tahun 2019. Target ini diyakini akan dilampui dan dirinya akan mendorong masyarakat untuk tetap menanam jagung di musim kemarau dengan memanfaatkan potensi air yang ada, termasuk di sekitar bendungan. ‘’Kalau ada yang kosong habis panen ini, saya saja yang nanam. Untuk apa? Media untuk menunjukan kepada masyarakat bahwa di musim kemarau pun, dengan bantuan pompa seadanya bisa melakukannya,’’ katanya.

Ia pun menegaskan, panen raya bersama Dirjen TP Kementan di Desa Saneo bukan untuk kepentingan pribadi tapi kepentingan petani dan meyakinkan pemerintah pusat selaku pengambil kebijakan. Sehingga pembeli berdatangan ke Kabupaten Dompu dan membeli dengan harga bersaing. ‘’Kami hanya ingin mengirim bukti kepada orang – orang pengambil keputusan di pusat. Janganlah bicara impor jagung saat ini, karena kami sedang memproduksi jagung dalam jumlah yang besar. Itu sebenarnya tujuannya, kami ingin memviralkannya,’’ katanya. (ula/*)