Pupuk Kaltim Memulai Demplot Bawang Merah Pertama di Indonesia

Penanaman Bibit Bawang Merah Secara Simbolis pada Demplot Pupuk Kaltim di Bima

Bima (suarantb.com) – Pupuk Kaltim (Persero) Minggu 10 Maret resmi memulai demplot untuk bawang merah di Kabupaten Bima. Demplot pertama dibuat di Indonesia oleh BUMN ini. Pupuk Kaltim ingin melanjutkan suksesi mendampingi petani meningkatkan produksi seperti yang dilakukan untuk petani bawang putih di Sembalun, Lombok Timur.

Demplot ditandai dengan penanaman secara simbolis bibit bawang merah oleh Pupuk Kaltim dan kelompok tani Ambalawi Jaya di Desa Mawu, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima. Menggunakan lahan seluas 2 hektar. Setiap 1 hektar dibagi dalam empat perlakukan.

Hadir sejumlah stakeholders Pupuk Kaltim. Unsur dari Dinas Pertanian Kabupaten Bima, hingga penyuluh. Unsur TNI-Polri, Distributor Pupuk, Pemerintah Desa setempat. Serta para petani.

Pada demplot ini, Pupuk Kaltim memberikan dukungan penuh. Dari penyiapan benih, pendampingan (penyuluh), dan biaya-biaya lain. Kecuali, penyiapan lahan dan pengolahannya, menjadi tanggungan petani pemilik lahan. Hasil produksipun nantinya akan diserahkan kembali kepada petani.

Pupuk Kaltim melakukan demplot bawang merah di Bima karena melihat besarnya potensi pengembangan bawang merah. Bima juga selama ini dikenal sebagai sentra produksi bawang merah nasional.

Kepala Kantor Pemasaran Pupuk Kaltim Wilayah NTB, Slamet Mariyono mengatakan, dengan emplot petani akan diperkenalkan teknologi pemupukan yang lebih tepat untuk peningkatan produksi/hasil. Empat perlakuan pemupukan yang diterapkan masing-masing.

Perlakuan I (Petani) di lahan 25 are,  komposisi pemupukannya Urea (Prill Daun Buah) 300Kg/Ha, NPK PHONSKA 300 Kg/Ha, dan Pupuk Daun 30 liter/Ha.

Perlakuan II  (PKT-1) di lahan 25 are komposisi pemupukannya Urea (Prill Daun Buah) 300Kg/Ha, NPK Pelangi (16-16-16) 300 Kg/Ha, Organik 5000 Kg/Ha, dan Ecopert 40 Kg/Ha.

Perlakuan III (PKT-2)  di lahan 25 are komposisi pemupukannya Urea (Prill Daun Buah) 300Kg/Ha, NPK Pelangi (16-16-16) 300 Kg/Ha, Organik 5.000Kg/Ha, Ecopert 40 Kg/Ha, Asam Humat PKT 4 liter/Ha.

Dan Perlakuan IV (PKT-3) pada luas lahan 25 are, Urea (Prill Daun Buah) 300Kg/Ha, NPK Pelangi (16-16-16)  300Kg/Ha, Organik 5.000Kg/Ha, Ecopert 40 Kg/Ha dan POC PKT 8 Liter/Ha.

Fakta lapangan, teknologi pemupukan yang dilakukan oleh petani hortikultura belum berimbang.Masih mengandalkan pupuk NPK 201010. Padahal, untuk pertanian hortikultura (bawang merah didalamnya), kata Slamet harusnya menggunakan pupuk NPK 161616.

“Lebih tepat kalau pakai NPK201010  untuk padi dan jagung. Kalau horti, pakai NPK161616. Ini salah satu bagian yang kita edukasi kepada petani melalui demplot,” jelas Slamet.

Pemupukan yang tepat, selain dapat meningkatkan produksi, dalam konteks

yang lebih luas akan akan mampu meningkatkan hasil dan memperbaiki taraf ekonomi petani. Karena itulah, Pupuk Kaltim memberikan edukasi kepada petani melalui demplot agar mampu mencapai produksi maksimal.

Pupuk Kaltim terbukti telah sukses membuat demplot untuk petani bawang putih di Sembalun, Lombok Timur. Dari yang biasanya produksi yang dihasilkan oleh petani hanya mampu mencapai maksimal 15 ton/hektar, Pupuk Kaltim bisa menunjukkan produksi sampai 45 ton/hektar dengan perlakukan yang diterapkan.

“Kalau bawang merah ini, harapan produksinya minimal 2 kali lipat dari yang biasa di dapat petani rata-rata 8 ton/hektar. panennya 70 hari kedepan,” ujarnya.

Pupuk Kaltim sangat percaya dengan capaian yang akan di hasilkannya di demplot bawang merah ini. Dengan penerapan teknologinya berbeda, menggunakan NPK161616, Ecopert (pupuk hayati) untuk memaksimalkan serapan pupuk kimiawi. Kemudian organic  untuk meningkatkan unsur hara tanaman.

Demplot bawang Pupuk Kaltim di Bima didukung dari program Corporate Sosial Responsibility (CSR) yang diajukan oleh Pupuk Kaltim Wilayah NTB bersama Pemprov NTB (Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB). harapannya kedepan, selain meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani, juga turut memperkuat NTB sebagai sentra produksi bawang merah nasional.

Seluruh stakeholders Pupuk Kaltim menyampaikan apresiasi atas ditunjuknya Bima sebagai demplot perdana bawang merah. Selama ini Kabupaten Bima khususnya telah banyak ditopang ekonomi masyarakatnya. Bagaimana tidak, dalam sehektar petani mendapatkan hingga hampir Rp150 juta. Atas perhatian Pupuk Kaltim ini, mitra-mitranya sepakat akan menjadi  perpanjangan lidah bagi penerapan teknologi pepupukan kepada petani-petani lainnya, seperti yang dilakukan Pupuk Kaltim di demplot.

Untuk mendukung produksi komoditas hortikultura, Pupuk Kaltim hingga distributor juga memastikan ketersediaan seluruh jenis pupuk yang dibutuhkan petani.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Ir. H. Husnul Fauzi, M. Si mengatakan, Pemprov NTB  mensuport kegiatan demplot yang dilakukan Pupuk Kaltim. Penerapannya dilakukan memperhatikan lingkungan yang lestari sesuai visi Distanbun 5 tahun kedepan adalah pertanian lestari dengan 3 kunci penerapannya.

Satu, penerapan teknologi budidaya tepat guna. Dua, penerapan sistem budidaya tumpangsari dan pertanian konservasi . Tiga,  memperluas pengembangan komoditas eksport pertanian perkebunan berbasis industrialisasi produk.

“Termasuk bawang sebagai salah satu daerah sentra di Indonesia sebagai solusi penanganan pasca produksi dan mengatasi jatuhnya harga saat panen raya,” demikian kepala dinas. (bul)