Antisipasi Harga Anjlok, Petani Cabai Diberikan Alat Pengering

Tim ahli dari LIPI memperagakan alat pengering cabai di hadapan petani cabai di Kecamatan Jonggat, Jumat,  8 Maret 2019. (Suara NTB/kir) 

Praya (Suara NTB) – Sejak beberapa tahun terakhir harga cabai saat memasuki musim panen selalu anjlok. Kondisi tersebut membuat petani cabai hampir di semua daerah di Indonesia merugi. Tidak terkecuali petani cabai di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Untuk itu, pemanfaatan teknologi penting dilakukan guna mendorong nilai jual cabai dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani itu sendiri.

Hal itu diungkapkan anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Prof. Dr. H. Kurtubi, di hadapan para petani di Kecamatan Jonggat saat menyerahkan bantuan alat pengering cabai dari LIPI bagi tujuh kelompok tadi di Kecamatan Jonggat, Jumat,  8 Maret 2019.

Diakuinya, kalau pemanfaatan teknologi oleh petani cabai sampai sejauh ini masih kurang.  Di mana petani lebih banyak menjual cabai mentah yang harganya cenderung menurun ketika musim panen tiba. Padahal dengan memanfaatan teknologi, cabai bisa diolah dan dijadikan bahan setengah ataupun bahan jadi dengan nilai jual yang jauh lebih tinggi.

Anggota Komisi VII DPR RI ini juga terus mendorong pemerintah pusat supaya bisa membantu petani cabai supaya tidak terus-terusan merugi hanya karena harga cabai yang anjlok dengan membuat terobosan atau teknologi pengolahan cabai yang sederhana dan bisa diterapkan oleh petani.

“Selama ini, petani kesannya hanya berjuang sendiri menghadapi persoalan anjloknya harga cabai ketika musim panen. Hal itu ke depan tidak boleh terus-terusan terjadi. Pemerintah harus hadir dan bisa memberikan solusi bagi petani,” tandas politisi asal Partai Nasdem ini. (kir)