PKL akan Dilarang Buka Lapak di Pinggir Pantai Ampenan

PKL di kawasan pantai eks Pelabuhan Ampenan ditata dengan konsep food court. Kelak, tidak akan ada lagi pedagang mendirikan lapaknya di pinggir pantai. (Suara NTB/mhj)

Advertisement

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram dalam waktu dekat akan menata Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan pantai di eks Pelabuhan Ampenan dengan konsep food court. PKL nantinya tidak diperbolehkan lagi membuka lapaknya di pinggir pantai seperti kondisi saat ini.

Kepala Dispar Kota Mataram, Drs. I Made Swastika Negara dikonfimasi Suara NTB, mengatakan segera menata semua PKL yang ada di sana dan akan dikonsentrasikan di sebelah selatan lapangan. Dengan itu tidak boleh ada pedagang, hanya ada kursi dan meja makan atau dengan konsepnya food court.

“Jadi pengunjung boleh memesan. Kemudian akan ada di situ, pedagang mendatangi pengunjung dengan menawarkan menu,” jelas I Made Swastika Negara, Jum’at, 1 Maret 2019.

Konsep seperti di atas supaya kawasan pantai agar lebih rapi dan bersih. Sementara untuk fasilitas seperti meja dan kursi akan disediakan oleh Dinas Perdagangan Kota Mataram. Jadi di pinggir pantai tidak boleh ada pedagang seperti sekarang. “Sosialisasi sudah kami lakukan, semua PKL sudah kami undang di kantor Camat Ampenan bersama dengan Dinas-dinas terkait,” kata Made Swastika.

Lanjut Kepala Dispar, hal tersebut dilakukan secara bertahap. Menurutnya, sosialisasi dilakukan supaya para PKL tidak kaget ketika melakukan penertiban. Tetapi eksekusi dalam waktu dekat belum dilakukan dan pihaknya berupaya untuk menunggu situasi yang tepat.

“Penataan besar kami bekerja sama dengan Dinas Provinsi begitu. Informasi dari provinsi tahun ini memang rencana dibuatkan taman dan toilet mungkin,” ucapnya. Ini dimaksud untuk mempertahankan ciri khas dan bentuk sebagai simbol sejarah Kota Tua Ampenan.

“Soal anggaran, itu provinsi itu yang punya ranah. Saya hanya konsep secara umum saja,” tuturnya. Tapi yang jelas Kementerian Pariwisita melalui Dinas Pariwisata NTB, menata khusus di eks Pelabuhan Ampenan. Anggaran Rp2,8 miliar untuk mempercantik kawasan tersebut. (mhj)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.