Maksimalkan Nilai Tambah, Produk Unggulan Harus Diolah di Daerah

Wagub NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov akan memaksimalkan pengolahan  produk-produk unggulan daerah. Sehingga nilai tambahnya dapat dirasakan masyarakat.

‘’Apa yang bisa kita hasilkan,  dengan nilai tambah yang lebih baik untuk masyarakat. Jangan mentahnya dibawa keluar. Kalau ada yang bisa kita olah, kita olah di sini. Karena nilai tambahnya untuk masyarakat NTB,’’ kata Wakil Gubernur(Wagub)  NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah dikonfirmasi Suara NTB di Mataram pekan kemarin.

Pertengahan pekan lalu, Wagub mengumpulkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan Asisten membahas mengenai pengembangan industri olahan di NTB. Untuk itulah dibangun Science Technology and Industrial Park (STIP) yang akan memproduksi mesin-mesin pengolahan yang dapat dimanfaatkan masyarakat mengolah produk-produk pertanian. Perkebunan, peternakan, kelautan dan perikanan yang ada di NTB. Agar masyarakat mendapatkan nilai tambah dari produk-produk hasil pertanian, perkebunan, peternakan, kelautan dan perikanan.

Baca juga:  Pemprov Bangun Tiga Pabrik Minyak Kayu Putih

‘’Di situ harus sinergi antara Dinas Perdagangan, Perindustrian, OPD terkait lainnya. Semua harus bersinergi. Supaya ada perencanaan yang baik ke depan,’’ katanya.

Wagub menekankan, dalam membuat perencanaan supaya OPD mengacu kepada data. OPD diminta

berperan sesuai porsi masing-masing. ‘’Supaya industrialisasi berhasil. Itu salah satu yang kita lakukan ke depan,’’ ujarnya.

Dijelaskan, keberadaan STIP adalah mem-back up industrialisasi di NTB. Produk-produk olahan yang dihasilkan IKM di NTB harus memenuhi standar. Misalnya, produk yang dibutuhkan hotel dan restoran, maka mutunya harus benar-benar diperhatikan.

Begitu juga mengenai ekspor produk NTB. Jangan sampai, kata Wagub, diekspor lewat daerah lain. Saat ini sedang dilakukan pendataan komoditas-komoditas NTB yang diekspor lewat daerah lain.

Baca juga:  Butuh Kerja Keras dan Kreativitas, Industrialisasi di NTB Mulai Terlihat

‘’Saya melihat produksi cabai, tomat, semua kita surplus. Bagaimana supaya nilai tambahnya didapat NTB dan menjadi  sumber kemakmuran masyarakat NTB. Selama bisa diolah di dalam daerah, kita olah,’’ tandasnya.

Berdasarkan data BPS, sejak 2015-2017, produksi cabai di NTB terus meningkat. Untuk cabai rawit, pada 2015 produksinya sebesar 73.525 ton. Kemudian meningkat menjadi 96.996 ton pada 2016. Pada 2017, meningkat menjadi 156.922 ton.

Sedangkan untuk cabai besar, pada 2015 produksinya sebesar 11.227 ton, 2016 sebesar 12.041 ton dan 2017 sebesar 31.819 ton. Sementara untuk produksi bawang merah, pada 2015 sebesar 160.201 ton, 2016 sebesar 211.804 ton dan 2017 sebesar 195.458 ton. (nas)