Inspektorat Audit Tiga Proyek Pasar Disdag Kota Mataram

Pasar Cakranegara merupakan salah satu dari tiga proyek milik Dinas Perdagangan Kota Mataram yang tengah diaudit oleh Inspektorat. Sumber anggaran penataan pasar dari DAK senilai Rp3,8 miliar. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Inspektorat Kota Mataram, turun melakukan audit terhadap tiga proyek pasar milik Dinas Perdagangan Kota Mataram. Pemeriksaan masih tahap pengumpulan data dan pengumpulan keterangan. Penataan tiga pasar sumber anggarannya dari dana alokasi khusus sekitar Rp3,8 miliar.

Pasar Pagesangam dikerjakan oleh CV. Perian Lombok dengan nilai kontrak Rp1,109 miliar dari pagu anggaran Rp1,28 miliar. Pasar Abian Tubuh dari pagu Rp1,28 miliar dikerjakan oleh CV. Surya Mandiri dengan nilai kontrak Rp1,172 miliar. Sedangkan, Pasar Cakra dari pagu anggaran Rp 1,28 miliar dikerjakan oleh CV. Semagi Surya Perkasa dengan kontrak Rp1,094 miliar.

Baca juga:  Somasi Soroti Rencana Pembangunan Graha DPRD Mataram

Inspektur Inspektorat Kota Mataram, Lalu Alwan Basri membenarkan adanya permintaan audit oleh Dinas Perdagangan. Tim sedang turun mengumpulkan data dan bahan keterangan. “Iya, ada permintaan tertulis oleh Disdag,” kata Alwan Kamis, 7 Februari 2019. Audit ini sifatnya reguler. Hasilnya nanti akan disampaikan ke instansi teknis untuk menindaklanjuti temuan auditor.

Kadis Perdagangan H. Amran M. Amin mengatakan, tiga proyek pasar telah rampung dikerjakan di 2018 yakni, Pasar Pagesangan, Pasar Abian Tubuh dan Pasar Cakranegara, diminta dilakukan audit. Audit itu sebagai bentuk pertanggungjawaban pada fase peralihan pimpinan organisasi perangkat daerah. “Iya, kita sudah minta secara tertulis ke Inspektorat untuk lakukan audit tiga pasar,” aku Amran.

Baca juga:  Lima Proyek Besar di NTB Ditawarkan ke Investor

Proyek ini bersumber dari dana alokasi khusus dari Kementerian Perdagangan nilainya Rp3,8 miliar. Audit ini dimaksudkan Amran, agar proses administrasi selesai. Dan, tidak ada permasalahan ke depannya. Permintaan audit sesuai surat perintah dilaksanakan selama 19 hari kerja. Mantan Kadispora Kota mataram ini mengakui, auditor telah meminta data dan mengumpulkan bahan keterangan. Hasil audit tersebut dijadikan acuan ke depannya. (cem)