Cadangan Beras Aman hingga 14,5 Bulan

0
62
Cadangan beras di Gudang Bulog (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Perum Bulog Divre NTB tak mengkhawatirkan turbulensi pasar, meskipun peringatan Maulid Nabi besar Muhammad SAW dirayakan dimana mana. Demikian juga menjelang Natal dan Tahun Baru yang memungkinkan terjadinya lonjakan kebutuhanpun, diyakini masih aman. Cadangan stok beras di dalam daerah masih kuat hingga 2020 mendatang.

“Cadangan kita masih aman selama 14,5 bulan. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” kata Kepala Divisi Regional Perum Bulog NTB, Ramlan UE.

Pada pelaksanaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW tahun ini, terpantau perkembangan harga – harga kebutuhan. Tetapi diyakini dalam batas yang sangat normal, tanpa terkecuali beras. Dalam pembahasan bersama dinas terkait. Bahwa permintaan kebutuhan saat peringataan hari besar keagamaan tahun ini berbeda keadaannya dibandingkan tahun sebelumnya.

Harga beras berdasarkan pemantauan Bulog di kisaran Rp8.000/Kg sampai Rp9.000/Kg untuk beras kualitas medium. Masih di bawah harga acuan pemerintah Rp9.450/Kg.

Barangkali kurangnya permintaan ini di pengaruhi bencana gempa yang menggoyang Lombok dan Sumbawa belum lama ini. Sehingga tak banyak yang merayakannya seperti tahun-tahun sebelumnya. Mengingat tidak sedikitnya korban gempa ini.

Selain itu, kata Ramlan, berdasarkan informasi yang diterimanya. Ada imbauan-imbauan dari masjid, peringatan Maulid Nabi tahun ini tak perlu terlalu mewah. Terutama sajian menu-menunya. Sehingga, itu juga yang membuat kondisi di daerah cenderung sangat stabil.

Dengan ketahanan stok beras di Bulog yang mencapai lebih dari satu tahun, dirasa masih sangat aman untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan di pasar-pasar.

“Kalaupun terjadi pergerakan harga, tidak masalah. Yang penting stok yang dikuasai oleh pemerintah, dalam hal ini Perum Bulog masih memadai. Termasuk stok yang dikuasai pedagang dan masyarakat masih cukup. Sehingga pergerakan harga dianggap masih cukup stabil,” imbuh Ramlan.

  Bulog Tolak Beras Impor Masuk NTB

Sejauh ini antisipasi Maulid Nabi dan Natal serta Tahun Baru, Perum Bulog masih secara rutin melakukan Operasi Pasar (OP) dalam rangka stabilisasi harga pangan. Bulog diharapkan tetap melakukan OP untuk menjaga keadaan pasar tak bergejolak.

OP dilaksanakan di seluruh pasar yang ada di Mataram. Selain itu melalui kios-kios mitra Bulog, dan Rumah Pangan Kita (RPK). Termasuk interaksi dengan mitra kerjanya Bulog yang juga memiliki jaringan di hampir semua pasar-pasar tradisional.

“Terlepas apakah pasr itu masuk dalam pencatatan atau tidak,” ujarnya.

Dengan cadangan stok beras yang demikian besar ini, Ramlan menambahkan, memungkinkan dilakukan pengiriman beras ke daerah-daerah yang membutuhkan. Salah satunya NTT, yang rencananya akan dikirimkan sebanyak 1.000 ton. Bulog Divre NTB masih menunggu lampu hijau dari Perum Bulog Pusat.

“Rencananya ke Waingapu. Tapi sejauh ini belum ada lagi informasi, kita tunggu pusat. Kondisi ketahanan stok kita sudah diketahui oleh pusat. Nanti pusat yang akan mengevaluasi,” jelasnya.

Demikian juga untuk Bansos, Ramlan mengatakan Bulog telah mendistribusikannya 100 persen. Beberapa wilayah di NTB dalam beberapa waktu terakhir telah dialihkan Bansos rastranya dalam bentuk bantuan non tunai. Itu juga yang menyebabkan masih tingginya pasokan beras dalam daerah. (bul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here