Kemendag Dorong NTB Tak Lagi Ekspor Komoditas Bahan Mentah

Direktur Pengembangan Produk Ekspor Kemendag, Ari Satria (Suara NTB/nas)

Advertisement

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong NTB tak lagi mengekspor komoditas bahan mentah. Untuk memberikan nilai tambah, NTB didorong dapat mengekspor barang olahan atau barang jadi.

‘’Kalau bisa yang kita ekspor dari sini (NTB) jangan berbentuk primer. Kalau bisa yang sudah diolah,’’ kata Direktur Pengembangan Produk Ekspor Kemendag, Ari Satria dikonfirmasi Suara NTB usai menjadi pembicara produk halal di Mataram, Selasa, 4 Desember 2018 siang.

Ari mengatakan, NTB terkenal menjadi lumbung pangan nasional. Produksi komoditas pertanian, perkebunan, kelautan dan perikanan cukup tinggi. Namun, selama ini yang diekspor ke luar negeri masih dalam bentuk barang mentah, seperti jagung.

‘’Makanya koordinasi dan kolaborasi lintas Kementerian dan sebagainya yang membina produsen sangat penting. Supaya jangan mengirim bahan baku lagi,’’ katanya.

Terkait dengan pemulihan ekspor NTB pascagempa, Ari mengatakan dari sisi permintaan (demand) tak ada pengurangan. Menurutnya, aspek produksi yang perlu segera dilakukan pemulihan agar pengusaha atau UMKM di daerah ini dapat berproduksi kembali.

‘’Dari sisi supply-nya yang harus diperbaiki lagi, infrastrukturnya dan sebagainya. Agar teman-teman eksportir di sini berusaha lagi seperti sediakala. Karena dari sisi demand tak terlalu banyak pengurangan,’’ katanya.

Ari mengibaratkan dalam perusahaan besar, Kemendag merupakan divisi pemasaran. Sedangkan divisi produksinya ada di Kemenperin, Kemenkop UMKM, Kementerian Pertanian dan seterusnya. Karena mereka inilah yang membimbing pengusaha dari sisi produksinya.

‘’Kalau dari sisi produksinya bisa pulih seperti sediakala. Kami Kemendag akan membantu dari sisi pemasarannya. Tapi sekarang produksinya dikembalikan dulu. Biar bisa seperti sediakala,’’ imbuhnya.

Prediksi ekspor NTB akan pulih? Ari mengatakan, kemungkinan akan lebih lama. Karena Yogyakarta yang pernah diguncang gempa juga butuh waktu untuk pulih atau normal kembali.

‘’Mungkin bisa lebih cepat. Tapi tergantung juga bantuan ke sini juga cukup banyak. Agar infrastruktur cepat pulih,’’ tandasnya.

Ekspor NTB pascabencana gempa masih belum pulih. Untuk menggairahkan kembali sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) pascagempa, Pemprov NTB akan mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) menggunakan produk lokal, yakni tenun.

Rencananya, mulai Desember ini, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc akan mengeluarkan surat edaran mengenai kewajiban bagi ASN menggunakan tenun NTB setiap hari Selasa.

Kepala Dinas Perdagangan NTB, Dra. Hj. Putu Selly Andayani, M. Si dikonfirmasi belum lama ini mengatakan untuk mendongkrak sektor ekonomi dari sisi ekspor, dalam waktu dekat masih belum bisa. Karena banyak UKM yang bergerak dalam ekspor terkena dampak gempa.

Komoditas ekspor NTB lainnya seperti jagung, saat ini baru mulai ditanam di Pulau Sumbawa. Sehingga komoditas jagung masih belum bisa diekspor untuk saat ini. ‘’Ekspor kita memang masih minus. Karena tambang masih belum seperti sebelumnya,’’ katanya. (nas)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.