Sebagian Besar Kendaraan Sewa Menganggur

Ari Aditya (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Sebagian besar kendaraan yang biasanya disewakan tengah menganggur. Sektor pariwisata belum berubah signifikan, meski gempa telah berlalu. Bisnis penyewaan kendaraan sedang lesu-lesunya. Seiring masih sepinya arus kunjungan wisatawan yang melancong ke Lombok dan Sumbawa.

Para pelaku usaha meminta, pemerintah pusat melaksanakan sebanyak mungkin kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) atau  Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran sebagai penolong keadaan saat ini.

Ari Aditya, dari Lombok Lona Travel mengemukakan, rata-rata omzet penyewaan kendaraan jauh di bawah 50 persen. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan lebih kuat melakukan promosi, dan meyakinkan publik, bahwa NTB benar-benar telah aman.

Sekretaris Asosiasi Pengusaha Eksportir NTB ini menyebut, tak lama pascagempa Lombok, keadaan telah berangsur-angsur pulih. Arus kunjungan mulai sangat nampak turun dratis setelah gempa Palu mengguncang.

“Kendatipun mulai pulih sekarang (kunjungan wisatawan), tapi trennya pelan sekali,” kata Ari.

Baca juga:  Tuntaskan RTG, Kabupaten dan Kota Jangan Lepas Tanggung Jawab

Karena itu, pemerintah tidak bisa sendiri. Seluruh pihak, tanpa terkecuali masyarakat memiliki peran yang sama meyakinkan publik di luar, bahwa NTB benar-benar aman. Harapannya tak ada lagi aktivitas berbagi info tentang gempa.

“Jangan share-share lagi tentang gempa. Karena itu yang membuat orang masih tidak yakin datang ke NTB. padahal, kondisi kita sudah cukup aman,” jelas pengusaha handicraft ini.

Pemerintah daerah juga diharapkan tak henti-hentinya meminta kepada pemerintah pusat agar melakukan kegiatan sebanyak mungkin di Lombok atau di Sumbawa. Dengan cara itu, sektor pariwisata pelan-pelan dapat dibangkitkan kembali.

“Kita tidak pungkiri, kawan-kawan yang punya kendaraan (sewa) ini tidak semuanya dibeli cash, untuk menutup beban setoran, kendaraannya dibawa ke luar daerah. Karena itu, kesadaran semua kita penting untuk meyakinkan orang luar datang lagi ke NTB,” jelas Ari.

Junaidi, dari Diklik Tour tak jauh beda pandangannya. Beberapa unit kendaraan sewa miliknya sementara waktu diungsikan ke Pulau Jawa. Ia memiliki hampir 10 unit kendaraan sewa berbagai type. Beberapa diantaranya yang dibawa ke luar daerah ini, semata-mata untuk mengkonversi pasar yang saat hilang akibat gempa.

Baca juga:  Masa Transisi Pemulihan Diperpanjang Sampai 25 Desember

“80 persen omzet saya hilang. Terpaksa, harus over kendaraan ke Jawa. Disana masih relatif tetap beroperasi kendaraannya,” demikian Junaidi.

Veni Vitasari dari Transport Anda juga mengaku belasan unit armada pariwisata milik perusahaan sebagaian besar menganggur. Dalam sehari, maksimal hanya dua unit bus yang beroperasi. Padahal, sebelumnya jadwal armada cukup padat. Apalagi, saat akhir pekan.

Untuk memulihkan kunjungan wisatawan, Transport Anda bahkan memberikan penawaran diskon hingga 20 persen dari harga biasanya.

“Sebagian besar armada parkir di gudang. Kita sama-sama berharap pariwisata pulih kembali. Karena tidak sedikit kerugian jika dihitung secara materil. Peran kita semua meyakinkan orang masuk NTB,” demikian Vita. (bul)