STIP Banyumulek Jadi Inkubator Bisnis

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc mengatakan Science Technology, Industrial Park (STIP) Banyumulek, Lombok Barat (Lobar) sudah mulai beroperasi. STIP Banyumulek akan dijadikan inkubator bisnis.

Inkubator bisnis merupakan suatu lembaga yang memberikan suatu program yang didesain untuk membina dan mempercepat pengembangan bisnis dengan dukungan kemitraan. Tahun 2019 mendatang, Pemprov NTB akan menambah fasilitas atau sarana prasarana yang dibutuhkan guna mendukung STIP Banyumulek menjadi inkubator bisnis di NTB.

‘’STIP itu sebenarnya sudah ada di sini. Tinggal diberdayakan saja. Sayang kita punya lahan yang sangat luas di pinggir jalan. Jadi itu (STIP Banyumulek)  nanti menjadi tempat melatih usaha saja. Namanya keren, STIP tapi itu inkubator bisnis,’’ ujar gubernur dikonfirmasi usai membuka Rakorwada di Kawasan Wisata Senggigi, Rabu, 7 November 2018 siang.

Keberadaan STIP Banyumulek yang menjadi inkubator bisnis, tujuannya agar anak-anak muda NTB mau menjadi pengusaha. Mereka akan dilatih di STIP sambil diperkenalkan dengan perbankan.

Baca juga:  Gubernur NTB Hadiri Haul Tiga Ulama NU

Untuk melengkapi sarana dan prasarana STIP Banyumulek, kata gubernur, memang pada tahap awal memerlukan biaya yang cukup besar. Karena menyangkut pembangunan infrastruktur fisik.

Menurut gubernur, tidak mungkin pemerintah melatih anak-anak muda tanpa didukung fasilitas yang memadai. Sehingga Pemprov akan berinvestasi atau mengalokasikan anggaran tahun 2019 mendatang untuk pengadaan mesin dan lainnya.

Kebutuhan anggaran untuk pembangunan STIP Banyumulek sekitar Rp300 miliar.

Gubernur mengatakan akan dialokasikan secara bertahap.

‘’Jangan sampai nanti gedungnya megah tapi isinya nggak ada. Sekarang step by step, kita bangun satu, dua gedung dulu. Tapi di situ ada pelatihan,’’ kata pendiri Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) ini.

Jumat besok, kata gubernur, STIP Banyumulek sudah dimanfaatkan untuk pelatihan aplikator yang menyediakan rumah instan sederhana sehat (Risha) yang akan dilakukan Kementerian PUPR.

‘’Kita mulai pusatkan di sana. Sehingga nanti, teknologi itu tak lagi asing. Di taman-taman kita, anak muda di sana ngumpulnya.  Diskusi teknologi bukan hanya di kampus. Tapi bisa juga jadi produk di sana. Itu dilatih. Kita mulai sekarang. Walaupun dananya tak begitu besar,’’ katanya.

Baca juga:  Gubernur Ingin Pastikan Desa-desa di NTB Ramah Investasi

STIP Banyumulek dulunya bernama Techno Park Banyumulek. Pengembangannya dilakukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Proyek Techno Park Banyumulek dibangun di atas lahan seluas 29 hektare  disiapkan khusus sebagai kawasan untuk mengembangkan dan mengimplementasikaan inovasi IPTEK. Melalui upaya peningkatan produksi menjadi produk komersil skala besar/industri. Sehingga kemanfaatannya bagi masyarakat akan lebih terasa.

Konsep Techno Park Banyumulek dibangun dengan tema Technopark Bussiness Center dan diseminasi berbasis pemanfaatan bioresources dan agroeduwisata secara berkelanjutan. Konsep ini dibangun untuk mendukung program pemerintah kedaulatan pangan, dalam membangun kawasan peternakan dan pertanian terpadu yang berbasis bahan baku hulu sampai hilir dari potensi lokal daerah yang tersedia. (nas)