Tiap Tahun, NTB Datangkan 22 Juta Butir Telur dari Luar Daerah

Tingginya konsumsi telur di daerah ini, tidak mampu dipenuhi sendiri. Tiap tahun, NTB terpaksa harus mendatangkan 22 juta butir telur dari luar daerah. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Konsumsi telur di NTB cukup tinggi. Namun tingginya kebutuhan itu, tidak mampu dipenuhi sendiri. Tiap tahun, NTB terpaksa harus mendatangkan 22 juta butir telur dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB, drh. Aminurahman, M. Si menyebutkan, telur ayam yang didatangkan dari luar NTB sekitar 6 persen dari total produksi di dalam daerah.

‘’Pemasukan telur kelihatannya banyak secara biji. Kita memasukkan 22 juta butir telur per tahun,’’ sebut Aminurahman di Kantor Gubernur, Kamis, 4 Oktober 2018 siang.

Baca juga:  Bulog Tawarkan Beras Fortivikasi, Apa Keunggulannya?

Ia menyebutkan, produksi telur dalam daerah sebanyak 350 juta butir untuk ayam petelur. Sedangkan ayam buras sebanyak 20 juta butir telur dalam setahun. ‘’Masih 6 persen telur dimasukkan dari luar daerah,’’ katanya.

Untuk

mengurangi jumlah telur yang didatangkan dari luar daerah, kata Aminurahman, dibentuk kampung unggas. Yakni kelompok peternak ayam petelur dan ayam buras.

Jumlah populasi ayam kampung di NTB, sebut Aminurahman sekitar 9,5 juta ekor. Sedangkan ayam potong dalam bentuk anak ayam sekitar 35 juta ekor. Sementara anak ayam petelur yang didatangkan dari luar daerah kemudian dipelihara peternak di NTB sebanyak 750 ribu ekor.

Baca juga:  Petani Tembakau Terpaksa Banting Harga

Untuk pengentasan kemiskinan, kata Aminurahman, Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan bantuan ayam kampung dan ayam buras kepada ratusan ribu rumah tangga miskin di dua kecamatan di Lombok Tengah. Yakni Kecamatan Praya Barat dan Kecamatan Praya Timur.

‘’Sekitar 658.650 ekor ayam untuk keluarga rumah tangga miskin, 13.173 rumah tangga miskin di dua kecamatan. Masing-masing rumah tangga diberikan 50 ekor ayam. Kemudian juga kandang dan diberikan pendampingan,’’ tandasnya. (nas)