Sebanyak 22.382 Rekening Penerima Bantuan Rampung

Pimpinan BRI Cabang Mataram, M. Harsono (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Bank Rakyat Indonesia (BRI) hingga saat ini masih memblokir rekening penerima bantuan perbaikan rumah dari pemerintah. Blokir akan dibuka setelah pemerintah menerbitkan petunjuk teknis pemanfaatan dana. Demikian disampaikan Pimpinan BRI Cabang Mataram, M. Harsono.

Kepada Suara NTB ditemui di Mataram, Jumat, 14 September 2018, hingga kemarin BRI Mataram telah mencetak 22.365 buku rekening korban gempa yang menjadi penerima bantuan. Khusus di wilayah kerja BRI Mataram mencakup Kota Mataram, Kabupaten Lombok Utara dan Kabupaten Lombok Timur.

“Data yang masuk ke BRI Mataram ada sebanyak 24.382 yang sudah diverifikasi. Sisanya 2.017 masih diproses pembuatan buku rekeningnya,” jelas Harsono.

Jumlah yang disebut di atas, belum termasuk rumah-rumah yang dilaporkan mengalami rusak sedang dan rusak ringan.

Baca juga:  TNI dan BPBD Pidanakan Aplikator Bermasalah

“Ini baru rekening untuk yang rumahnya rusak berat saja yang prioritas awal penyelesaian rekening,” jelas Harsono sebelumnya.

Masing-masing rekening telah terisi Rp50 juta, sesuai besaran yang dialokasikan pemerintah. Meski demikian, BRI masih memblokir sementara seluruh rekening dimaksud, hingga turun petunjuk teknis pemanfaatan dana ini.

“Karena alokasinya harus dalam bentuk rumah. Sementara turun Juklak Juknisnya. Dananya diblok dulu, tidak bisa langsung dicairkan oleh penerimanya,” demikian Harsono.

Targetnya sebanyak 125.000 rekening yang akan dibuatkan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui BPBD terus melakukan verifikasi terhadap laporan rumah-rumah yang mengalami kerusakan akibat gempa. Tentunya, kata M. Harsono, jumlah penerimapun akan terus mengalami perubahan.

Baca juga:  Dewan Pertanyakan Perbaikan Rumah Korban Gempa

Untuk mempercepat pencetakan buku rekening ini, BRI Mataram mengerahkan timnya bekerja siang malam, bahkan hari liburpun, tim yang menangani pembuatan rekening ini tetap melakukan kegiatannya. Selanjutnya untuk mempermudah koordinasi, BRI Mataram sekaligus membuatkan kantor bersama yang dimanfaatkan oleh BNPB/BPBD.

Nama-nama yang dibuatkan rekening penerimaan bantuan perbaikan rumah ini, lanjut M. Harsono menggunakan nama yang diajukan oleh BNPB. Tahapannya untuk menerima bantuan, BPBD melakukan verifikasi lapangan berdasarkan laporan. Lalu diterbitkan SK Bupati/Walikota.

“Barulah BRI membuatkan nama-nama tersebut rekening bank. Selanjutnya, rekening yang telah jadi, diminta ke BNPB untuk diisi (ditransfer). (bul)