Aparat Pantau Harga Bahan Bangunan

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah melakukan antisipasi permainan spekulan. Seperti halnya yang dilakukan Satgas Pangan, Dinas Perdagangan bekerjasama dengan aparat akan memantau langsung pekembangan harga-harga kebutuhan bahan bangunan.

Demikian menurut Plt. Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Dinas Perdagangan Provinsi NTB, L. Suparno, S.Sos, MH.

Pemerintah mewanti-wanti kemungkinan tren kenaikan harga-harga kebutuhan sejumlah bahan bangunan. Mengingat dampak gempa yang cukup besar terhadap kerusakan infrastruktur khususnya di Pulau Lombok, otomatis membutuhkan tidak sedikit bahan bangunan untuk pemulihan.

Sementara di beberapa toko bangunan di Kota Mataram sejauh ini belum memperlihatkan kenaikan harga yang signifikan. Terutama semen, harga jual masih relatif stabil di kisaran Rp 60-an ribu/zak.

“Kenaikan harga karena faktor dolar (menguatnya dolar AS terhadap rupiah. Kedua memang karena permintaan, tapi tak naik signifikan,” kata salah satu distributor sejumlah kebutuhan bahan bangunan di Kota Mataram.

Baca juga:  Daging Beku Dijual Bebas, Produksi Daging Lokal Dikhawatirkan Terganggu

Pedagang bahan bangunan lain juga mengaku sementara ini belum ada kenaikan. Kendati harga semen naik Rp1.000/zak. Kenaikannya sudah berlaku sejak enam bulan lalu.

Dinas Perdagangan Provinsi NTB sementara ini juga memastikan harga-harga kebutuhan bahan bangunan masih normal.

Pemerintah melakukan antisipasi pascabencana ini. Untuk memenuhi kebutuhan di Lombok Utara, Lombok Timur, demikian juga di Lombok Barat atau umumnya daerah terdampak gempa, diingatkan kepada pengusaha agar tak mempermainkan harga.

Pemerintah juga akan memfasilitasi kegiatan Operasi Pasar (OP) bahan bangunan. Terutama di Lombok Utara mulai pekan depan. Melibatkan para distributor dan para pelaku usaha bahan bangunan. Surat akan dilayangkan secepatnya.

Baca juga:  Penyimpangan Dana Gempa, BPBD Sarankan Lapor Polisi dan “NTB Care”

“Tapi koordinasi langsung sudah kita lakukan dengan para pengusahanya. Mereka siap, tinggal saya koordinasi tempat,” kata L. Suparno pada Suara NTB, Jumat, 31 Agustus 2018 kemarin.

Sementara ini operasi pasar yang rencananya akan dilaksanakan, titik yang sudah direncanakan Kayangan, Bayan, Sajang, Obel-Obel akan dilaksanakan  di Labuan Carik. Dan untuk memenuhi kebutuhan Tanjung dan Pemenang, operasi pasar ditempatkan di depan Pasar Tanjung di aeral UMKM-nya.

Bahan bangunan yang akan dijajakan, engsel, grendel, kunci, semen dan besi adalah produk wajib yang akan dijajakan. Ada 4 distributor besar bahan bangunan di NTB. Seluruhnya telah diminta untuk mengkondisikan kepada jaringan pasar di bawahnya. (bul)