Pulihkan Sektor Pariwisata, Menpar Targetkan Tiga Bulan

Tanjung (Suara NTB) – Gempa bumi beruntun yang menimpa wilayah Lombok Utara dan wilayah lainnya di Pulau Lombok,  mengakibatkan sektor pariwisata  sepi dari  kunjungan wisatawan. Untuk memulihkan situasi itu, Menteri Pariwisata, Dr. Ir. Arief Yahya, menargetkan batas waktu tiga bulan bagi aparatur di daerah.

Pemulihan sektor pariwisata hingga bulan November 2018 itu ditegaskan Menpar di sela-sela kunjungannya ke Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Kamis, 30 Agustus 2018.

Katanya, tidak hanya tiga gili. Target pemulihan tiga bulan juga berlaku bagi destinasi wisata lain di NTB. Jangka waktu yang recovery yang relatif pendek itu ia tegaskan karena sektor pariwisata berhubungan dengan aktivitas ekonomi lain.

Dalam lawatannya ke Gili Trawangan itu, Menpar didampingi Kadispar NTB dan Kadispar KLU. Menpar menyempatkan berkeliling melihat kondisi pulau pascabencana gempa. Secara simbolis, Menpar menyerahkan bantuan alat-alat untuk membersihkan puing-puing bangunan yang rusak kepada jajaran TNI dan Polri.

Baca juga:  Percepat Pembangunan RTG, Gabungan BUMN Karya Sudah Bangun 1.200 Unit Risha untuk Korban Gempa NTB

‘’Kami mengucapkan terimakasih kepada jajaran TNI dan Polri yang telah membantu menjaga dan memulihkan kondisi serta membantu masyarakat membersihkan sisa-sisa bangunan akibat gempa,’’ katanya.

Ia mengajak,  agar semua elemen memahami bahwa industri pariwisata menjadi salah satu sektor perekonomian terbesar di Indonesia. Di sektor ini bergantung aktivitas ekonomi lain, tidak hanya gaji karyawan. Sehingga sesingkat mungkin sektor pariwisata di NTB ini harus tetap berjalan.

‘’Pengalaman di Bali pernah juga selama tiga bulan tidak berjalan dan berimbas pada industri pariwisatanya,’’ sambungnya.

Pada kesempatan yang sama, Arief juga menyampaikan permintaan maaf. Bahwa dengan kebijakan pemulihan yang diusungnya lebih cepat, akan memberi kesibukan bagi aparatur di daerah. Pemerintah pusat sendiri akan bergerak cepat untuk mengimbangi pemulihan di daerah dengan menggelar promosi-di berbagai negara.

Baca juga:  Kunjungi ‘’Wonderful Indonesia’’ di ATM 2019, Wagub NTB Bangga dengan Promosi Kemenpar

‘’Awal tahun 2019 nanti semua sudah pulih kembali kondisi pariwisata di NTB ini,’’ imbuhnya.

Di tengah situasi bencana yang melanda masyarakat di NTB, Menteri Pariwisata memotivasi agar semangat untuk menjalankan aktivitas keseharian tidak pudar. Dalam kondisi apapun kata dia, kehidupan harus tetap berjalan.

Sementara Kadispar NTB, H. L. Moh. Faozal, S.Sos.M.Si menambahkan, proses pemulihan akan dilakukan bertahap di tiga gili. Mulai dari Gili Trawangan dilanjutkan ke Gili Air dan terakhir ke Gili Meno. Usai di tiga gili, Dispar akan bergerak menyasar sektor wisata di kawasan Senggigi dan sekitarnya.

Dengan dibantu jajaran TNI dan Polri, ia optimis pembersihan puing bangunan yang roboh akan bisa diselesaikan sesuai tenggat waktu.

‘’Demikian juga dengan seluruh destinasi yang terdampak, sehingga setelah tiga bulan nanti kita benar-benar pulih dan siap untuk mempromosikan kembali pariwisata di NTB ini,’’ pungkasnya. (ari)