Pascagempa, Infrastruktur Kelistrikan Tetap Stabil

Mataram (Suara NTB) – Pasca gempa besar sejak 29 Juli 2018 mengguncang dengan kekuatan 7,0 skala richter disusul  5 Agustus dan 19 Agustus 2018, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Nusa Tenggara langsung  menyisir proyek – proyek kelistrikan yang dilaksanakan. Baik di Lombok maupun di Sumbawa.

Penyisiran dilakukan untuk memastikan pemulihan dapat dilakukan agar proses pemulihan konstruksi beberapa proyek di Pulau Lombok, secepatnya pulih.

Megatara Hartanto Deputy Manajer Hukum Komunikasi PLN UIP Nusa Tenggara di ruang kerjanya, Selasa, 28 Agustus 2018 kemarin menjelaskan, pascagempa besar, PLN langsung mengerahkan tim dari Unit Pelaksana Proyek  Pembangkit dan Jaringan Lombok di lapangan  guna memastikan dampak gempa terhadap proyek – proyek kelistrikan yang ada dan sedang dilaksanakan.

Dari hasil pendataan di lapangan, dirincikan, untuk pembangkit yaitu PLTU 2 NTB (Jeranjang Lombok Barat) dan PLTMG Lombok Peaker Mataram sama sekali tak terdampak. Aktivitas masih berjalan seperti biasa. Baik sebelum gempa maupun pascagempa kondisinya terbilang cukup normal.

Baca juga:  Satu Aplikator Nakal Masuk DPO

“PLTMG Lombok Peaker yang progresnya sudah hampir 50 persen rencananya beroperasi pada tahun 2019,” jelas Mega.

Sementara untuk jalur transmisi juga telah di periksa oleh tim PLN UPP Kitring Lombok, meliputi jalur SUTT 150 kV Ampenan – Tanjung, Bayan – Tanjung, FTP2 – Pringgabaya, dan FTP2 – Bayan. Demikian juga untuk Gardu Induk (GI) meliputi Gardu Induk Tanjung, Bayan, FTP2, dan Pringgabaya.

“Sampai saat ini belum ada proyek kelistrikan PT PLN persero yang terkena dampak serius dari gempa tersebut,” jelas Mega.

Baca juga:  PLN Jelaskan Asal Muasal Pemadaman Listrik

Hingga saat ini,  tim yang dikerahkan PLN UIP Nusra masih melakukan pengecekan kondisi proyek – proyek terutama jalur transmisi. Mengingat pembangunan jalur transmisi tersebut lokasinya cukup dekat dengan lokasi titik gempa.

“Sambil melakukan penyisiran, tim kami sekaligus memberikan bantuan untuk warga pada saat melakukan pendataan seperti contohnya Desa Pemenang Barat, Pemenang Timur, Sigar Penjalin, Menggala, Medana, dan Sokong,” ujar Mega.

Selain itu PT PLN (Persero) juga melakukan simulasi bencana alam tsunami di PLTU Sumbawa pada tanggal 28 Juli 2018.

“Simulasi ini penting dikarenakan banyak orang yang belum memahami tentang penanggulangan ketika terjadi bencana. Jadi kita berikan simulasi tanggap bencana tsunami agar pekerja dan warga sekitar proyek paham apa yang dilakukan jika kemungkinan terburuk terjadi,” terangnya. (bul)