BRI Rampungkan 10.971 Rekening Penerima Bantuan Perbaikan Rumah Rusak Berat

Mataram (Suara NTB) – PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) telah merampungkan 10.971 rekening bagi masyarakat penerima dana bantuan perbaikan rumah yang mengalami kerusakan berat akibat gempa. Rekening-rekening ini telah terisi, tinggal menunggu petunjuk teknis agar dapat dicairkan.

Pimpinan Cabang BRI Mataram, M. Harsono mengatakan, jumlah yang disebut itu, belum termasuk rumah-rumah yang dilaporkan mengalami rusak sedang dan rusak ringan. Dari 10.971 jumlah rekening yang dibuatkan bagi masyarakat yang tempat tinggalnya mengalami kerusakan berat ini seluruhnya tersebar di Pulau Lombok.

Masing-masing 3.121 rekening untuk Lombok Timur, menyusul Lombok Tengah 1.190 rekening, Lombok Utara 4.036 rekening, Lombok Barat 1.506 rumah dan Kota Mataram 1.482 rekening.

“Ini baru rekening untuk yang rumahnya rusak berat saja yang prioritas awal penyelesaian rekening,” jelas Harsono di ruang kerjanya, Jumat, 24 Agustus 2018 kemarin.

Masing-masing rekening telah terisi Rp50 juta, sesuai besaran yang dialokasikan pemerintah. Meski demikian, BRI masih memblok sementara seluruh rekening dimaksud, hingga turun petunjuk teknis pemanfaatan dana ini.

“Karena alokasinya harus dalam bentuk rumah. Sementara turun Juklak Juknisnya. Dananya diblok dulu, tidak bisa langsung dicairkan oleh penerimanya,” demikian Harsono.

Targetnya 125.000 rekening yang akan dibuatkan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui BPBD terus melakukan verifikasi terhadap laporan rumah-rumah yang mengalami kerusakan akibat gempa. Tentunya, kata M. Harsono, jumlah penerimapun akan terus mengalami perubahan.

Untuk mempercepat penyediakan buku rekening ini, BRI Mataram mengerahkan timnya bekerja siang malam, bahkan hari liburpun, tim yang menangani pembuatan rekening ini tetap melakukan kegiatannya. Untuk mempermudah koordinasi, BRI Mataram sekaligus membuatkan kantor bersama yang dimanfaatkan oleh BNPB/BPBD.

Nama-nama yang dibuatkan rekening penerimaan bantuan perbaikan rumah ini, lanjut M. Harsono menggunakan nama yang diajukan oleh BNPB. Tahapannya untuk menerima bantuan, BPBD melakukan verifikasi lapangan berdasarkan laporan.

Lalu diterbitkan SK Bupati/Walikota. Barulah BRI membuatkan nama-nama tersebut rekening bank. Selanjutnya, rekening yang telah jadi, diminta ke BNPB untuk diisi (ditransfer). Disinggung soal bantuan kemanusiaan untuk korban gempa, M. Harsono menyebut masing-masing BUMN telah diberikan jatah untuk desa binaan.  BRI Mataram mendapat alokasi binaan di Desa Guntur Macan, Lombok Barat.

Tindak lanjutnya, desa binaan disediakan posko khusus dan difasilitasi tenda berkapasitas tampung 100 orang. Ada lima tenda yang dibuat di Guntur Macan. Selain itu, desa-desa terdekat juga diberikan masing-masing satu tenda kepada sebanyak lima desa.

“Posko-posko binaan ini kita bantu terus setiap hari logistiknya. Kebutuhan makan minum dan kebutuhan lain kita terus berusaha penuhi. Menggunakan CSR dan dana-dana yang digalang dari pegawai BRI se Indonesia,” demikian M. Harsono. (bul)