Rusak Akibat Gempa, Sejumlah Pasar Tradisional akan Direvitalisasi

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah pasar tradisional dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang mengguncang Lombok secara beruntun dalam beberapa waktu terakhir. Pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan berencana akan merevitalisasi pasar-pasar tradisioal yang menjadi pusat transaksi ekonomi kerakyatan ini.

Plt. Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri pada Dinas Perdagangan Provinsi NTB, L. Suparno, S, Sos, MH mengatakan sejauh ini sejumlah pasar tradisional telah dilaporkan oleh kabupaten/kota di Pulau Lombok mengalami kerusakan, sedang dan berat.

Pasar-pasar percontohan yang ada di Kota Mataram juga tak luput diamuk gempa dan mengakibatkan kerusakan. Yang terberat kerusakannya di laporkan, Pasar Kebon Roek, Ampenan Mataram. Pasar-pasar tradisional yang mengalami kerusakan ini telah dilaporkan oleh masing-masing kabupaten/kota, berkordinasi dengan Dinas Perdagangan Provinsi NTB.

“Pasar tradisional yang ada di Lombok Utara sudah seluruhnya rusak. Di Lombok Timur baru masuk lima pasar yang dilaporkan. Di Lombok Tengah yang paling berat kerusakannya Pasar Renteng,” kata L. Suparno pada Suara NTB, Selasa, 21 Agustus 2018 kemarin.

Di Lombok Barat, dominan pasar tradisional yang mengalami kerusakan rata-rata di wilayah Lombok Utara bagian utara. Pasar Kekait, pasar Gunung Sari, Pasar Kediri, Pasar Kuripan, demikian juga di Sekotong misalnya, seluruhnya telah dilaporkan. Kementerian Perdagangan juga telah melakukan verifikasi lapangan terkait rusaknya pasar tradisional akibat dampak gempa.

“Direktur Sarana Distribusi dan Logistik turun langsung memantau pasar-pasar yang rusak. Jelas – jelas telah dikatakan Kementerian Perdagangan akan kembali memulihkannya,” demikian  L. Suparno.

Disamping itu, direktif Presiden Jok Widodo meminta semua pihak melakukan penanganan korban gempa di Pulau Lombok. “Dari Pulau Sumbawa belum ada laporan,” jelasnya.

Rencananya pasar-pasar tradisional yang mengalami kerusakan ini akan direvitalisasi melalui anggaran Tunjangan Pembantuan (TP) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Biasanya, revitalisasi pasar tradisional yang menggunakan dana TP nilainya di atas Rp12 miliar. Sementara revitalisasi dari DAK khusus untuk pasar tradisional membutuhan anggaran Rp1,5 miliar sampai Rp6 miliar.

“Secara lisan komitmen sudah disampaikan oleh Direktur Direktur Sarana Distribusi dan Logistik Kemendag. Kita akan terus mengawalnya agar revitalisasinya masuk di APBN murni,” demikian L. Suparno. (bul)