Pascalebaran, Sehari Uang Masuk Mencapai Rp362 Miliar

Mataram (Suara NTB) – Hanya dalam sehari, pasca lebaran Idul Fitri 2018, Bank Indonesia menerima uang masuk dari perbankan mencapai Rp362 miliar. Jumlah uang masuk ini bahkan diprediksi lebih besar.

Meski sebagian besar pegawai termasuk, PNS masih menjalani libur bersama Idul Fitri Kantor Perwakilan  Bank Indonesia Provinsi NTB telah membuka layanan operasional terbatasnya, dimulai sejak 19 Juni 2018.

Layanan terbatas Bank Indonesia NTB ini terkait sistem pembayaran baik tunai maupun non tunai. Layanan operasional  Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) yakni penyelenggaraan Kliring Warkat Debit SKNBI, baik di Mataram, Sumbawa maupun Bima.

SKNBI adalah sistem transfer dana elektronik yang meliputi kliring debet dan kliring kredit yang penyelesaian setiap transaksinya dilakukan secara nasional.

SKNBI berperan penting dalam memproses aktivitas transaksi pembayaran, khususnya untuk memproses transaksi pembayaran yang termasuk Retail Value Payment System (RVPS) atau transaksi bernilai kecil (retail) yaitu transaksi maksimal Rp500 juta. Demikian penjelasan Deputy Bidang Pembayaran Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Ocky Ganesia dihubungi di sela-sela kegiatan pelayanan, Rabu, 20 Juni 2018.

Baca juga:  Kualitas Uang Beredar Diperbaharui

Kegiatan sistem pembayaran lain yang dilayani BI adalah penyelenggaraan Sistem Bank Indonesia-Real Time Gross Settlement (BI-RTGS). BI RTGS adalah infrastruktur yang digunakan sebagai sarana transfer dana elektronik yang setlemennya dilakukan secara seketika dan bernilai besar. Demikian halnya dengan layanan kas, lanjut Ocky, beroperasi penuh dalam rangka pemenuhan kebutuhan penarikan dan setoran uang kartal oleh perbankan.

“Pasca libur bersama Idul Fitri, arus uang masuk ke BI (inflow) prediksi kita akan besar. Hal ini disebabkan karena uang yang beredar selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri sangat besar seiring tingginya tingkat konsumsi masyarakat. Setelah Idul Fitri, uang tersebut akan masuk kembali ke BI,” demikian Ocky.

Pada Rabu kemarin saja, bahkan uang masuk (inflow) sebesar Rp362 miliar. Uang yang masuk ini, jelas Ocky, sebagian besar diperkirakan dari belanja masyarakat selama bulan ramadhan ke toko,  pedagang,  retailer dan lainnya. Oleh pengusaha tersebut, uang disetor ke bank masing-masing, selanjutnya bank yang kelebihan likuiditas melakukan penyeyoran ke BI.

Baca juga:  Kualitas Uang Beredar Diperbaharui

“Uang yang masuk perhari tergantung pola musiman, apakah awal bulan, tengah bulan atau akhir bulan berbeda-beda. Termasuk dalam siklus tertentu seperti momen Idul Fitri,  libur sekolah, libur Natal dan Tahun baru. Yang terbesar adalah inflow pasca Idul Fitri,” imbuhnya.

Kedepan aliran uang masuk ini akan semakin besar. Hal ini merupakan pola normal dan terjadi setiap tahun. Berdasarkan data, perbankan sudah aktif melakukan aktivitas penarikan dan setoran di loket BI sejak tanggal 19 Juni 2018.

Sebagai catatan uang keluar (outflow) pada bulan Ramadhan 2018 adalah sebesar Rp2.649 triliun dengan perbandingan, tahun 2015, outflow mencapai Rp6,728 triliun, sementara inflownya sebesar 6,285 triliun. Lalu di 2016, outflow mencapai Rp8,149 triliun, dan inflow mencapai Rp8,849 triliun. Dan tahun 2017, outflow sebesar Rp8,792 triliun dan inflow sebesar Rp8,394 triliun. (bul)