Triwulan I, Pertumbuhan Ekonomi NTB Terendah di Indonesia

Advertisement

Mataram (Suara NTB) – Pertumbuhan ekonomi NTB di triwulan I 2018 ini tercatat terendah di Indonesia. Sektor pertambangan menjadi pemicunya. Selama Januari – Maret 2018 ini, ekonomi NTB tumbuh negatif, 0,33 persen, nasional tumbuh 5,06 persen. Sementara Papua pertumbuhan ekonominya justru kebalikan dari NTB.

“Papua karena Freeportnya lagi bagus-bagusnya produksi, demikian juga Maluku, hasil tambangnya sedang bagus-bagusnya. Sementara kita di NTB (PT. AMNT) tidak,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Endang Tri Wahyuningsih dalam keterangan resminya, Senin, 7 Mei 2018.

Ekonomi Provinsi NTB pada triwulan I-2018 dibanding periode yang sama tahun 2017 (y on y) mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar -0,33 persen. Dengan kontraksi tertinggi terjadi pada kategori lapangan usaha pertambangan dan penggalian sebesar -20,29 persen.

Hal ini juga tergambar dari sisi PDRB Pengeluaran dimana Komponen Ekspor Luar Negeri mengalami kontraksi paling tinggi yaitu -22,46 persen.

Dibanding triwulan IV 2017, kata Endang, pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB pada triwulan I-2018 (q to q) mengalami kontraksi hingga -6,10 persen. Dimana kontraksi tertinggi juga terjadi pada kategori pertambangan dan penggalian yang mencapai -27,41 persen.

“Melambatnya kinerja perekonomian NTB pada triwulan I-2018 ini tidak dapat dipisahkan dari turunnya ekspor luar negeri, dimana konsentrat tembaga sebagai penyumbang terbesar ekspor luar negeri Provinsi NTB, tercatat mengalami kontraksi hingga -26,48 persen,” terangnya.

Sementara tanpa memasukan sektor pertambangan,  pertumbuhan ekonomi NTB triwulan I-2018 secara y on y tumbuh  4,34 %, dan secara  q to q tumbuh -1,11 %.  Lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi diantaranya, jasa keuangan dan asuransi tumbuh 11,61 persen, menyusul penyediaan akomodasi dan makan minum 10,99 %. Lalu Real Estate 7,07 %.

Lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi, lanjut Endang, masing-masing Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 8,33 %, jasa lainnya  4,32 % dan perdagangan  3,68 %.

Secara umum Endang menjabarkan, data inflasi pada triwulan I-2018 sebesar 0,65 persen, relatif lebih rendah dibandingkan triwulan IV-2017 yang mengalami inflasi sebesar 1,29 persen.  Nilai Tukar Petani (NTP) pada triwulan I-2018 sebesar 106,83, lebih rendah dibandingkan dengan NTP Triwulan IV-2017 sebesar 107,44. (bul)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.