Ahyar-Mori Ingin Wujudkan TPI yang Bersih dan Nyaman untuk Semua

Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, TGH. Ahyar Abduh dan H. Mori Hanafi, SE, M.Comm (Ahyar-Mori), bertekad mewujudkan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang bersih dan nyaman. Konsep ini diyakini akan menguntungkan nelayan dan pembeli.

Sebagai Provinsi berkarakteristik kepulauan, NTB memiliki dari total 49.312,19 km2 luas wilayah, dengan sebanyak 59,13% atau 29.159,04 km2 merupakan lautan.

“Dengan kondisi tersebut, kita patut bersyukur karena bisa mengambil manfaat sebaik-baiknya dari lautan yang telah dianugerahkan oleh Yang Maha Kuasa kepada kita makhluknya. Mulai dari menjadikannya sebagai daerah wisata, melakukan budidaya rumput laut, mutiara laut, hingga yang utama yaitu mendapatkan beragam hasil tangkapan,” demikian pasangan Ahyar-Mori dalam rilis yang diterima Suara NTB, Senin (5/3).

Adapun hasil tangkapan yang dimaksud di sini diantaranya adalah ikan, udang, cumi-cumi dan masih banyak lagi. Hasil tangkapan tersebut didapatkan oleh para nelayan dengan cara melaut.

Dimana selanjutnya akan ada berbagai pihak, berbagai rantai pemasaran, hingga ikan-ikan tadi sampai ke tangan masyarakat selaku konsumen. Namun jika mau, masyarakat pun dapat membelinya langsung yaitu di Tempat Pelelangan Ikan (TPI).

Tempat Pelelangan Ikan (TPI) adalah sebuah pasar yang umumnya terletak di dalam pelabuhan atau pangkalan pendaratan ikan yang digunakan sebagai tempat terjadinya transaksi penjualan ikan serta hasil tangkapan lainnya baik secara lelang atau tidak.

Sejak subuh hari, tempat ini akan ramai oleh mereka yang hendak menjual maupun membeli ikan. Kondisi yang ramai, becek, bau amis, dan terkadang kebersihannya diragukan menjadi pemandangan sehari-hari di tempat tersebut. Sebab yang terpenting adalah berhasil mendapat ikan segar dengan harga yang jauh lebih murah.

Akan tetapi masyarakat yang berpikir demikian tidaklah banyak jumlahnya. Di sisi lain, ada masyarakat yang tidak masalah membeli dengan harga mahal asalkan bisa berbelanja dengan nyaman.

Kondisi ini menjadi latar belakang yang mendorong pasangan Ahyar-Mori menggabungkan kedua logika ini. Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang merupakan Pusat Pemasaran Hasil Tangkapan direvitalisasi dan dibuat modern, sehingga masyarakat NTB nantinya dapat berbelanja ikan segar di tempat yang bersih dan nyaman.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, jumlah dan nilai produksi perikanan laut setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan.

Sebagai gambaran, pada tahun 2014 terdapat sebanyak 976.742,73 ton produksi perikanan laut dengan besar nilai produksi yaitu Rp3.899.385.238,-. Angka tersebut di tahun 2016 kemudian meningkat drastis menjadi 1.172.425,86 ton dan Rp4.732.128.678,-. Peningkatan yang cukup signifikan, bukan?

Berangkat dari hal tersebut, pasangan Ahyar Mori percaya bahwa sektor kelautan dan perikanan perlu ditanggapi secara serius seperti sektor-sektor prioritas lainnya di NTB.

Selain dengan meningkatkan kesejahteraan nelayan, cara lainnya bisa dimulai dengan melakukan revitalisasi dan modernisasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Bangunannya dibuat menjadi lebih layak dan disediakan pula Sumber Daya Manusia (SDM) yang bertanggung jawab mengelola dan melakukan perawatan.

Kondisinya kita jaga agar lebih bersih dan nyaman, selayaknya tempat penjualan ikan yang berada di swalayan. Tidak ketinggalan pula sejumlah fasilitas seperti WC umum dan fasilitas standar lainnya pun disediakan. Dan ya, pasangan Ahyar-Mori juga bermimpi bagaimana hebatnya Tempat Pelelangan Ikan (TPI) ini nantinya jika memiliki restoran seafood sendiri.

Setiap harinya, masyarakat NTB selain bisa membeli ikan segar, juga dapat langsung menikmati berbagai menu seafood yang tersedia di restoran. Tidak hanya itu, restoran tersebut juga dapat menarik perhatian para wisatawan yang datang berkunjung.

Maka revitalisasi dan modernisasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) bukan hanya tentang memuaskan para masyarakat yang hendak membeli ikan. Tetapi juga membahagiakan hati para nelayan, yang percaya dengan perubahan demikian tentu akan berpengaruh para besar dan cepatnya perputaran penjualan hasil tangkapan ke depannya. (tim)