Uang Kiriman TKI Capai Rp 1,56 Triliun

Mataram (Suara NTB) – Jumlah kiriman uang dari para TKI di luar negeri mencapai Rp 1,56 triliun, selama tahun 2017. Jumlah ini kiriman yang tercatat di PT. POS dan perbankan yang ada di NTB.

Nilai rupiah kiriman TKI ini dirilis resmi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Kamis, 1 Februari 2018 kemarin. Dari Bank Indonesia, tercatat uang yang dikirim TKI dari berbagai negara mencapai Rp 220,35 miliar sementara dari PT. POS, dikirim Rp 843, 4 miliar.

Pada 2017 lalu, kiriman TKI mencapai Rp 1,78 triliun. Dibanding tahun 2018 ini menurun. Yang menjadi pertanyaan Kepala BPS Provinsi NTB, Endang Tri Wahyuningsih, mengapa angka kemiskinan masih tinggi, 15,05 persen berdasarkan data terakhir.

Baca juga:  TPPO Arab Saudi, Korban PMI Terkatung-katung Sebelum Meninggal

“Kalau saja uang TKI ini beredar di NTB, besar manfaatnya terhadap penurunan angka kemiskinan,” kata Endang. Hadir langsung dalam rilis resmi di Kantor BPS NTB kemarin, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Achris Sarwani.

Artinya, dengan kiriman uang sebesar itu, ada yang keliru tentang pengelolaannya. Karena itulah, BPS mendorong agar pemberdayaan dilakukan kepada keluarga TKI. Uang-uang kiriman tersebut harusnya dialokasikan untuk kegiatan usaha yang sifatnya produktif.

Berdasarkan negara asal kiriman, dari Bank Indonesia mencatat kiriman TKI paling besar bersumber dari Saudi Arabia, menyusul Malaysia, Uni Emirat Arab, Jepang, Quwait, Qatar, dan negara-negara lainnya.

Baca juga:  Pengiriman TKI ke Timur Tengah Dibuka Lagi

Kaitannya dengan penurunan angka kemiskinan ini, Endang Tri Wahyuningsih mendorong kegiatan hilirisasi produk lebih massif dengan skala yang lebih besar.

Melihat dari angka-angka bongkar muat barang di pelabuhan. Semen misalnya, bongkar di pelabuhan mencapai 89.526 ton tahun 2017. Demikian juga pupuk, bongkar sebanyak 18.244 ton, batu bara 7.543 ton, minyak goreng 3.558 ton, dan aspal 2.584 ton.

Sementara komoditas yang dimuat di pelabuhan, jagung 8.089 ton, bawang merah 1.651 ton, hewan ternak 552 ton, garam 289 ton, dan kedelai 170 ton. (bul)