Pasar Seni Sayang Sayang Sepi Pengunjung

Mataram (Suara NTB) – Pasar Seni Sayang – Sayang seolah mati suri. Tak ada aktivitas transaksi antara pedagang dan pembeli. Letaknya yang strategis justru tak menjamin. Wisatawan tetap sepi berbelanja.

Pukul 08.35 Wita, Minggu, 28 Januari 2018 tak ada aktivitas apapun. Deretan toko yang menjual pernak – pernik kerajinan lokal tak satupun yang buka. Di halaman parkir sepeda motor terparkir sendiri di bawah pohon beringin. Kendaraan itu rupanya milik petugas kebersihan yang menyapu di bagian dalam Pasar Seni Sayang – Sayang.

Baca juga:  Labuan Jambu Teluk Saleh, Titik Labuh Baru yang Membuat Yachter Terkesan

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Drs. H. Abdul Latief Najib mengatakan, sepinya pengunjung berbelanja di Pasar Seni Sayang – Sayang tidak bisa sepenuhnya disalahkan ke pelaku pariwisata. Tetapi perajin harus memiliki komitmen. “Bukan hanya fee. Misalnya ada guide bawa tamu. Yah, paling tidak disiapkan kopilah,” kata Latief, pekan kemarin.

Dikatakan Latief, meramaikan pasar seni perlu komitmen bersama. Tidak saja pelaku pariwisata tetapi masyarakat juga harus memiliki komitmen. Polemik selama ini, fee jadi persoalan iri antara guide dan perajin. “Kita tidak bisa menyalahkan pelaku pariwisata. Pedagang juga harus memiliki komitmen bersama,” tandasnya.

Baca juga:  Potensi Besar Wisatawan China Perlu Digarap Serius

Latief mengatakan posisi pasar seni sangat strategis. Ia berharap pembangunan Kantor Dinas Pariwisata diarahkan di sana. Sebab, aset itu milik Dinas Pariwisata. Tinggal, ia berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan menghidupkan kejayaan Pasar Seni Sayang – Sayang. (cem)