Gerakan Nteh Lalo Meken! Ingin Buktikan Pasar Bisa Jadi Ruang Publik

Mataram (suarantb.com) – Gerakan Nteh Lalo Meken! yang digagas oleh sejumlah komunitas di Kota Mataram mulai digelar hari ini, Sabtu, 25 November 2017. Pada hari pertama, acara ini memilih lokasi di Pasar ACC Ampenan dan Pasar Kebon Roek. Dengan berbagai atraksi kesenian yang menjadikan pasar sebagai ‘panggung’nya.

“Hari pertama kita mulai pagi kita di Pasar ACC dari pukul 8-10 pagi, kita ada acara fashion show, pameran seni rupa oleh mahasiswa UNTB, kecimol, penampilan musik dari Crew Band, lomba menggambar dan lain-lain,” jelas Indra Saputra Lesmana, selaku manager acara tersebut.

Selanjutnya, sore tadi acara tersebut mengambil tempat di Pasar Kebon Roek. Menurut pantauan suarantb.com, di tengah-tengah aktivitas jual beli di sana puluhan seniman unjuk gigi. Seperti penampilan teater oleh Komunitas Teater SFNLabs, fashion show, dan kelompok musisi cilik Lima Kancing Baju.

Sejumlah pedagang yang masih menggelar dagangannya pun terlihat antusias menyaksikan anak-anak dan remaja berjalan lenggak-lenggok dalam balutan busana warni-warna. Ada pula yang menggunakan cabai, terong dan bawang sebagai aksesoris busananya.

“Acaranya bagus, demen (suka) saya ngeliatnya, jadi hiburan buat kita. Tadi juga ada kecimol. Sering-sering saja ada acara begini,” ucap salah seorang pedagang, Satiah.

Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli, Restu Pratiwi selaku sponsor dari acara ini menjelaskan ada alasan tersendiri memilih pasar sebagai ‘panggung’ pentas seni. Ia mengaku ingin membuka pandangan masyarakat tentang esensi pasar tradisional. Dimana pasar bukan hanya tempat jual beli, namun juga bisa dijadikan ruang publik.

“Kita ingin membuka mata masyarakat, bahwa pasar bisa dijadikan ruang publik, bisa jadi lokasi pameran. Bukan hanya mall yang bisa, pasar juga bisa jadi ruang publik. Jangan cuma mall aja yang punya kalender of event tiap bulannya, pasar juga bisa,” tuturnya.

Melalui gerakan yang mengajak sejumlah komunitas tersebut, Restu berharap selanjutnya jika sebuah komunitas hendak pentas bisa memilih lokasi di pasar. Bukan hanya memilih pusat perbelanjaan modern sebagai lokasi acara.

“Kalau buat acara nanti jangan di mall aja, cobalah di pasar. Pasar juga bisa jadi ruang publik,” imbuhnya.

Ditambahkannya, tahun ini merupakan tahun ketiga pelaksanaan Festival Pasar Rakyat, yang merupakan program CSR Danamon. Dalam rangka menyukseskan program pemerintah, yaitu revitalisasi pasar. Agar tidak semakin banyak pasar tradisional yang tutup, akibat tergusur oleh pusat perbelanjaan modern.

Rangkaian acara Nteh Lalo Meken! masih akan berlanjut besok, Minggu pagi, 26 November 2017 bertempat di Pasar Dasan Agung. Acara akan dibuka langsung oleh Walikota Mataram, Ahyar Abduh dan puluhan seniman masih akan tampil, salah satunya, musisi Ari Juliant. Nteh Lalo Meken! (ros/*)