BPS : Pengangguran di NTB Menurun

Advertisement

Mataram (Suara NTB) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB mencatat jumlah angkatan kerja di NTB menurun sebanyak 124.505 orang tahun ini.

Kepala BPS Provinsi NTB, Endang Tri Wahyuningsih pada Suara NTB di Mataram, Senin, 6 November 2017 memaparkan data yang telah dihitung BPS. Jumlah angkatan kerja NTB pada Agustus 2017 sebanyak 2.396.169 orang, turun 124.505 orang dibanding keadaan Februari 2017  dan turun 68.162 orang dibanding Agustus 2016 (setahun yang lalu).

Sementara itu, jumlah pengangguran sebanyak 79.449 orang, juga mengalami penurunan sekitar 17.775 orang dibanding semester lalu dan berkurang sebanyak 17.572 orang dibanding setahun yang lalu.

“Musim tembakau adalah salah satu faktor yang memicu pengangguran berkurang. Sebab tembakau masuk di sektor perkebunan dan masuk ke sector industri,” terangnya.

Sejalan dengan turunnya jumlah Angkatan Kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga mengalami penurunan. TPAK pada Agustus 2017 tercatat sebesar 68,49 persen, turun 4,13 persen poin dibanding semester lalu dan turun sebesar 3,07 persen poin dibanding setahun yang lalu.

Penurunan TPAK disebabkan musim panen bergeser ke bulan september sehingga pekerja masih belum terserap dan tergolong sebagai bukan angkatan kerja.

Dilihat dari tingkat pendidikan pada Agustus 2017, TPT untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) paling tinggi di antara tingkat pendidikan lain yaitu sebesar 9,67 persen.

TPT tertinggi berikutnya terdapat pada Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 6,43 persen. Dengan kata lain, ada penawaran tenaga kerja yang berlebih terutama pada tingkat pendidikan SMK dan SMA.

Mereka yang berpendidikan rendah cenderung mau menerima pekerjaan apa saja, dapat dilihat dari TPT SD ke bawah paling kecil diantara semua tingkat pendidikan yaitu sebesar 1,33 persen.

“Karena itu, sekolah-sekolah SMK juga masih harus tetap mencetak lulusan-lulusan dengan skill yang berkualitas agar lebih banyak terserap langsung dunia kerja,” imbuhnya.

Jumlah penduduk yang bekerja pada tiap sektor menunjukkan kemampuan sektor tersebut dalam penyerapan tenaga kerja.

Berdasarkan lapangan pekerjaan utama pada Agustus 2017, penduduk NTB paling banyak bekerja yakni pada sektor pertanian yaitu sebanyak 829.637 orang (35,81 persen), disusul oleh sektor perdagangan dan jasa kemasyarakatan masing-masing sebanyak 514.871 orang (22,22 persen) dan 363.364 orang (15,68 persen). (bul)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.