Ini Tiga Proyek Besar yang Dijalankan PT. AMNT di Sumbawa

Taliwang (Suara NTB) – Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Muhmmad Natsir, ST memiliki keyakinan jika PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) akan mampu menjalankan seluruh proyek yang saat ini direncanakannya di pertambangan Batu Hijau.

“Saya yakin AMNT bisa menjalankan semuanya. Karena tentu mereka sudah punya perencanaan matang dalam menyiapkan langkah-langkah sejak awal mengambil alih Batu Hijau,” kata Natsir kepada wartawan, pekan lalu.

Setidaknya ada tiga proyek besar yang saat ini dijalankan hampir bersamaan oleh PT AMNT. Di antaranya proyek fase ketujuh di tambang Batu Hijau, pembangunan pabrik pengolahan bijih tembaga (smelter) di Benete kecamatan Maluk dan akan memulai lanjutan proyek ekspolrasi di sejumlah titik wilayah konsesinya di Kabupaten Sumbawa. Di mana proyek-proyek tersebut diyakini banyak pihak membutuhkan anggaran besar.

Natsir menyatakan, PT AMNT harus menjalankan proyek-proyeknya tersebut untuk memastikan kelancaran pertambangan Batu Hijau. Misalnya pembangunan pabrik smelter di Benete menjadi keharusan bagi perusahaan karena bagian dari menjalankan ketentuan ketentuan undang-undang.

“Itu kewajiban bagi mereka. Dan itu akan menguntungkan mereka sebab kalau bertahan tidak membangun, maka mereka akan menanggung biaya ekspor yang semakin tinggi. Dengan begitu sulit ke depan mendapat keuntungan,” timpalnya.

Demikian pula mengenai proyek lainnya, ketua DPRD KSB ini menilai, PT AMNT pasti telah memikirkannya. Sebab menjalankan proyek-proyek tersebyt PT AMNT akan mampu menjaga investasinya di Batu Hijau serta sebagai strategi mengundang investor bergabung di dalamnya.

“Justru rugi kalau mereka tidak mengelola semuanya. Karena hanya dengan cara itu mereka bisa mencari dana karena butuh anggaran besar untuk membiayai semuanya,” ujarnya.

Ia mengakui, dalam pelaksanaan kebijakan PT AMNT ada stategi yang dijalankan perusahaan yang kini menjadi kontroversi di tingkat karyawan. Yakni program Restrukturisasi Tenaga Kerja (RTK). Namun lanjut dia, stategi tersebut diambil sebagai langkah untuk mendapatkan kepercayaan investor. Sebab langkah tersebut untuk mempertahankan margin keuntungannya agar tetap kompetitif.

“Itu strategi mereka dan dimungkinkan oleh aturan. Jadi memang kalau kita lihat AMNT ini menjalakan stateginya dengan baik,” urainya.

Natsir menyampaikan, terhadap kebijakan perusahaan yang bersinggungan langsung dengan daerah, pihaknya terus mengawalnya. Agar jangan sampai hal tersebut merugikan daerah dan masyarakat. Salah satunya terhadap program RTK itu di mana saat ini masih banyak menimbulkan keluhan di tingkat pegawai.

“Memang yang dilakukan perusahaan itu sesuai aturan. Tapi kemudian kami tetap mengawalnya karena itu menyangkut masyarakat kita juga, kita akan memastikan tidak merugikan kita,” tandasnya. (bug)