Ini Besar Transaksi Keuangan di Mandalika Expo 2017

Praya (Suara NTB) – Event Mandalika Expo  “Sholah Sholeh Sholoh” dalam rangka perayaan HUT Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), resmi ditutup, Jumat, 27 Oktober 2017 malam. Selama seminggu event tersebut digelar, tercatat transksi keuangan mencapai Rp 420 juta lebih. Meski termasuk kecil, capaian tersebut bisa dikatakan cukup bagus bagi sebuah event yang baru pertama kali digelar.

“Capaian-capaian yang diraih pada gelaran tahun ini akan jadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah untuk pelaksanaan event serupa di tahun-tahun mendatang,” tegas Sekda Loteng, H.M. Nursiah, S.Sos. M.Si., saat menuntup resmi event yang diikuti puluhan UKM dan perusahaan swasta yang ada di Loteng tersebut.

Namun demikian, tambahnya yang paling penting dari gelaran Mandalika Expo ialah layanan yang diberikan kepada masyarakat. Selain berupa hiburan,ada juga layanan publik yang diberikan selama event berlangsung.

Misalnya layanan administrasi kependudukan. Mulai dari perekaman KTP elektronik, pembuatan akte kelahiran sampai layanan pembuatan Kartu Keluarga (KK), termasuk layanan lowong kerja bagi para pencari kerja di daerah ini.

Artinya, Mandalika Expo digelar bukan semata-mata berorientasi pada ekonomi saja. Tetapi juga bagaimana bisa lebih mendekatkan dan mengoptimalkan layanana kepada masyarakat di daerah ini. Dan, nyatanya animo masyarakat untuk mendapat layanan langsung selama Mandalika Expo cukup tinggi.

Nursiah mengatakan, untuk layanan perekaman KTP tercatat sebanyak 1.500 perekaman, kemudian untuk pembuatan akte kelahiran serta kartu keluarga masing-masing sebanyak 1.350 lembar dan 750 lembar. “Khusus untuk lowong pekerjaan, ada 1.200 pekerja yang bisa terserap,” imbuhnya.

Menurutnya hasil yang dicapai sebenarnya bisa lebih banyak lagi. Namun karena terkendala berbagai faktor, hasilnya belum dirasakan maksimal. Tapi itu akan jadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah ke depan. Supaya hasil yang dicapai di event serupa bisa semakin baik. Termasuk di dalamnya soal waktu pelaksanaan. Kalau tahun ini hanya sekitar satu minggu saja. Namun tahun depan, bisa saja waktu pelaksanaannya lebih panjang. Peserta yang terlibat bukan hanya perusahaan maupun UKM lokal Loteng saja, tapi juga dari luar Loteng. (kir)