Menteri ESDM Luncurkan Pembangkit Listrik 350 MW Nusa Tenggara

Mataram (Suara NTB) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Ignasius Jonan, pembangkit listrik NTB dan NTT dengan kapasitas total 350 Mega Watt (MW), Jumat (20/10). Rasio elektrifikasi NTB ditargetkan mencapai 97 persen pada tahun 2019.

GROUNDBREAKING – (kiri-kanan) Sekda Provinsi NTB, Rosiyadi H Sayuti, Anggota Komisi VII DPR RI, Kurtubi, Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, mendampingi Menteri ESDM, Ignasius Jonan dalam peluncuran pembangkit listrik Nusra 350 Mw di PLTGU Lombok Peaker, Jumat (20/10).

Jonan secara simbolis meluncurkan satu Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU), empat Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG), satu Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), dan satu Mobile Power Plant (MPP) yang tersebar di NTB dan NTT.

Turut hadir Menteri BUMN, Rini Soemarno, Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir, Sekda Provinsi NTB, H. Rosiyadi H. Sayuti, Komisi VI dan Komisi VII DPR RI, Dirjen dan Deputi jajaran Kementerian ESDM, direksi PLN, serta Gubernur NTT, Frans Lebu Raya yang tersambung via video conference.

Peluncuran dipusatkan di lokasi PLTGU Lombok Peaker di Kelurahan Tanjung Karang, Sekarbela, Mataram. Pengembangan sejumlah pembangkit listrik itu untuk mempercepat rasio elektrifikasi.

Baca juga:  Pasokan Listrik Diperkirakan Normal Akhir November

“Saat ini telah lebih dari 93 persen dan diharapkan terus meningkat menjadi 97 persen di tahun 2019,” kata Jonan dalam sambutannya.

Ia menambahkan, PLN diperkenankan untuk membangun listrik desa dengan sistem off grid –tak tersambung jaringan PLN untuk daerah terpencil- di luar Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) agar dapat mempercepat peningkatan rasio elektrifikasi.

“Terima kasih pada dukungan Gubernur NTB dan NTT karena pembangunan ini sangat cepat. Juga kepada PLN yang memberikan efisiensi sehingga tarif listrik tidak naik,” kata Jonan.

Sementara Direktur Utama PT PLN, Sofyan Basir mengatakan, nilai total investasi pembangkit listrik yang diluncurkan Menteri ESDM tersebut mencapai Rp 6 triliun.

“Saat ini listrik sistem Lombok sebesar 299 Mw dengan beban puncak tertinggi 227 Mw dan cadangan 72 Mw,” sebutnya.

Ia berpesan, ketersediaan daya agar dimanfaatkan sebaik-baiknya terutama untuk kalangan industri. Program 35.000 Mw telah mengakomodasi tumbuhnya kawasan ekonomi khusus (KEK).

“Dengan dukungan kelistrikan dari PLN diharapkan industri akan tumbuh dan membawa efek berlipat ganda bagi perekonomian,” ucapnya.

Adapun proyek yang diluncurkan Menteri ESDM antara lain, PLTGU Lombok Peaker di Mataram dengan kapasitas 150 Mw dengan nilai investasi Rp 1,905 triliun. Direncanakan akan mulai beroperasi Februari 2019.

Baca juga:  PLN Akhiri Pemadaman Listrik

PLTMG Bima di Asakota, Kota Bima berkapasitas 50 Mw dengan nilai investasi Rp 952 miliar yang akan mulai beroperasi Oktober 2018.

PLTMG Sumbawa berkapasitas 50 MW di Sumbawa dengan nilai investasi Rp 985 miliar, direncanakan selesai pada Oktober 2018.

PLTMG Kupang Peaker berkapasitas 40 MW di Kupang Barat, Kabupaten Kupang.  Proyek dengan nilai investasi Rp 700 miliar itu ditargetkan akan mulai beroperasi pada November 2018.

Mobile Power Plant (MPP) Flores dengan kapasitas 20 Mw di Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat dengan nilai investasi Rp 427 miliar.

PLTMG Maumere berkapasitas 40 MW yang berlokasi di desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka-Flores NTT dengan nilai investasi Rp 694 miliar

PLTU Independent Power Producer PT Lombok Energy Dynamics di Lombok Timur 2×25 MW berlokasi di Desa Padakguar, Kabupaten Lombok Timur dengan nilai investasi Rp 1,2 triliun.

Per-Juli 2017 rasio elektrifikasi NTB sebesar 81,14 persen. PLN menargetkan peningkatan rasio elektrifikasi di akhir 2017 sebesar 83,52 persen. Listrik pedesaan PLN ditargetkan menjangkau 65 dusun terpencil di NTB. (why)