PAD dari Pulau Moyo Rp 3,5 Miliar Pertahun

Mataram (Suara NTB) – Pulau Moyo yang ada di Kecamatan Moyo Kabupaten Sumbawa merupakan salah satu pulau yang menjadi destinasi favorit wisatawan kenamaan. Sebut saja Lady Diana, Mick Jagger dan belum lama ini pasangan hits dari Korea Selatan Kim Tae Heed an Rain. Meski dikabarkan sedikit pengunjung, namun ternyata Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Pulau Moyo sebesar Rp 3,5 miliar setahun.

“Kalau dibilang sepi tidak juga. Kalau dibilang ramai tidak juga. Buktinya, PAD dari Pulau Moyo saja sebesar Rp 3,5 miliar di Kabupaten Sumbawa itu. Artinya kualitas kunjungannya cukup bagus,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB H. L. Moh. Faozal, S.Sos, M.Si, di Mataram, Kamis, 14 September 2017.

Pulau Moyo memang terkenal dengan pulau privat. Dimana wisatawan yang datang berusaha untuk mencari ketenangan. Karena memang tidak banyak yang berkunjung ke pulau ini. Terlebih harga sewa kamar hotelnya yang relatif mahal bagi pengunjung lokal. Faozal mengatakan, harga sewa paling murah pada hotel yang ada di Pulau Moyo sebesar Rp 15 juta. Jumlah ini tentu saja merupakan jumlah yang besar bagi wisatawan lokal.

Baca juga:  Wagub Tinjau Pembangunan Fasilitas Objek Wisata Dunia di KLU

Disebutkan bahwa kunjungan yang terbaik pada musim kemarau yakni bulan Juni sampai September. Akan tetapi waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada Bulan Juni dan Juli meskipun gelombang air laut mulai tenang dari April. Pulau Moyo yang terletak di Teluk Saleh memiliki cagar alam taman nasional Pulau Moyo yang berada beberapa kilometer dari pantai utara.

Pulau ini dikelilingi oleh terumbu karang yang indah dan habitat untuk babi hutan, biawak berikut 21 jenis kelelawar dan rusa liar. Terdapat juga kelompok kera pemakan kepiting, sapi liar, rusa, babi hutan dan berbagai macam spesies burung, ikan hiu dan kura-kura.

Baca juga:  Catat, Pemkot Mataram Janjikan PAD Rp415 Miliar di 2020

“Pulau Moyo menawarkan ketenangan dan di sana memang suasananya tenang. Ada Air Terjun Mata Jitu yang indah yang dapat dikunjungi juga,” ujarnya.

Pemerintah saat ini tengah berupaya untuk membenahi kebutuhan dan fasilitas di Pulau Moyo. Termasuk akses dan fasilitas dasar di pusat destinasi. Selama ini Pemda kesulitan melakukan penataan, karena hampir setengah dari luas areal Pulau Moyo berada dalam kawasan konservasi. Namun upaya-upaya perbaikan terus dilakukan untuk memberikan kesan nyaman bagi wisatawan yang datang. (lin)