Daya PLN “Nganggur” 100 Megawatt

Mataram (Suara NTB) – Ada 100 Megawatt (MW) daya dari pembangkit listrik PLN yang belum dimanfaatkan. Karena itu, penggunaan daya oleh investor, rumah tangga dan pebisnis diharapkan lebih bergerak.

Bertepatan dengan Hari Pelanggan Nasional, Senin, 4 September 2017 kemarin, Jajaran PLN Wilayah NTB melakukan kunjungan ke beberapa pelanggan pilihan. Selain memberikan apresiasi, PLN sekaligus ingin melakukan evaluasi dengan meminta masukan dan saran.

Pelanggan yang dikunjungi PLN diantaranya, Pelanggan Bisnis di PT Sriwijaya Propertindo (Lombok Epicentrum Mall), Mataram, Pelanggan Bisnis di Hotel Living Asia, Senggigi, Lombok Barat, Pelanggan Bisnis di Holiday Inn Resort, Lombok Barat, Pelanggan Rumah Tangga Bersubsidi (Drs. Akhyar), Baturinggit, Mataram, Pelanggan Sosial Rumah Ibadah di Karang Panas, Ampenan, Mataram, Pelanggan Industri UD. Baura, Lombok Timur, Pelanggan Industri Prima Rinjani, Lombok Timur, Pelanggan Industri Bumi Padak Guar, Lombok Timur, Pelanggan Industri Penggilingan Padi – CV. Bintang Jaya, Dompu

Saat ini listrik belum dimanfaatkan sepenuhnya oleh pengusaha. Daya mampu yang dihasilkan oleh mesin-mesin pembangkit listrik PLN mencapai 340 MW, sementara penggunaan pelanggan hanya mencapai 220 MW.

“Cadangan daya kita sampai 100 megawatt,” demikian penegasan Suprianto, PLH General Manajer di PLN Wilayah NTB saat melakukan kunjungan ke pelanggan.

Kedatangan pihak PLN ke pelanggan, juga dalam rangka menyampaikan kondisi ketenagalistrikan di PLN saat ini. Perusahaan setrum Negara ini sudah mampu dari sisi penyiapan daya. Karena itu, diharapkan semua pihak untuk memanfaatkan daya yang disiapkan itu dalam rangka menggerakkan dan mendukung ekonomi masyarakat.

“Kami juga minta apa yang perlu kami perbaiki menurut pelanggan, kami akan lakukan perbaikan sebagai cara memberikan pelayanan yang utama,” imbuhnya.

Cadangan daya sebesar itu dihasilkan dari beberapa mesin pembangkit, PLTU Jeranjang, PLTD Tanjung Karang, PLTD Taman Baru, PLTD Paok Motong, dan PLTU Sambelia. PLN meminta pelanggan agar tidak hanya menggunakan listrik sekedar untuk penerangan, mesin-mesin penggerak aktivitas masyarakat harusnya beroperasi optimal.

Suprianto mengatakan pertumbuhan penggunaan listrik di NTB tahun ini relatif stagnan. PLN melihatnya belum ada peningkatan yang signifikan. Penjualan listrik oleh PLN tahun ini masih 4 persen, dari target 7,5 persen setahun.

Tahun-tahun sebelumnya, penggunaan listrik oleh PLN meningkat sampai 12 persen pertahun. Karena itu, PLN sekaligus di hari pelanggan nasional ingin melakukan evaluasi apa saja yang menjadi persoalannya di lapangan.

“Ekonomi juga meningkat 12 persen. Peningkatan penggunaan daya listrik hanya 4 persen. Tapi peningkatan di NTB masih lebih baik di banding jawa yang hanya 2 persen, dan Bali yang hanya 2,1 persen,” ujarnya.

Karena itu, selain menyiapkan karpet merah bagi investor, PLN juga menginginkan pelanggan rumah tangga dan pebisnis lebih menggeliat. Selain itu, untuk mendongkrak penggunaan listrik, PLN berencana akan memperbanyak Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) di beberapa tempat strategis. (bul)