Daya Beli Masyarakat NTB Lesu

Mataram (Suara NTB) – Daya beli masyarakat NTB, masih lesu. Meskipun, saat ini sudah memasuki masa menjelang akhir tahun, ditambah musim haji. Dari data Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, tercatat jumlah uang yang masuk (in flow) jauh lebih besar dibanding jumlah yang dikeluarkan (out flow).

Pada Juni 2017 lalu, Bank Indonesia mengeluarkan uang hingga Rp 2 triliun untuk mendukung aktivitas transaksi masyarakat. Sementara pada Bulan Juli, uang yang masuk ke Bank Indonesia sekitar Rp 1,7 triliun.

Uang yang masuk ke Bank Indonesia kata Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Wahyu Hidayat, diterima dari seluruh perbankan yang berkantor di NTB. Sementara ini jumlah uang yang dikeluarkan Bank Indonesia Provinsi NTB hanya Rp 250 miliar.

Meski demikian, menurutnya wajar hal ini terjadi setiap tahun. Tingginya pengeluaran uang pada Bulan Juni, bersamaan dengan tingkat konsumsi masyarakat yang melonjak karena bertepatan dengan bulan puasa dan Lebaran Idul Fitri.

Baca juga:  Tumbuh Positif Setahun Pascakonversi, Insan Bank NTB Syariah Bershalawat dan Zikir

“Tidak ada aktivitas ekonomi yang luar biasa. Season memang begitu setiap tahun. Bulan Ramadhan out flownya memang besar, kemudian dia akan turun lagi,” demikian Wahyu.

Seperti diketahui, saat ini sedang berlangsung musim haji. Biasanya, tingkat konsumsi masyarakat akan meningkat. Apalagi tahun ini jumlah jemaah yang berangkat haji mencapai 4.510 orang. Kenaikan konsumsi pada musim haji dipicu intensnya kegiatan-kegiatan selamatan. Namun situasi tahun ini agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

“Mungkin kondisinya memang begitu,” demikian Wahyu menjawab penurunan daya beli masyarakat yang cukup signifikan.

Sebelumnya, keterangan resmi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Endang Tri Wahyuningsih menyebut tingkat optimisme konsumen pascaberlalunya triwulan II tahun 2017 masih cukup baik.

Baca juga:  Tumbuh Positif Setahun Pascakonversi, Insan Bank NTB Syariah Bershalawat dan Zikir

Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan III-2017 tercatat meningkat, namun dengan optimisme sedikit menurun dibandingkan triwulan II, dimana konsumen NTB memberikan persepsi bahwa kondisi perekonomian mereka di Triwulan III-2017 akan lebih baik dari Triwulan II-2017 dengan indeks sebesar 106,63.

Perkiraan meningkatnya kondisi ekonomi konsumen pada Triwulan III-2017 terutama didorong oleh persepsi akan meningkatnya pendapatan rumah tangga di Triwulan III-2017 yang terindikasi melalui Indeks Pendapatan Mendatang sebesar 119,73.

Kendati pendapatan konsumen pada triwulan mendatang diprediksi akan mengalami peningkatan namun agaknya konsumen belum berencana untuk melakukan investasi atau pembelian barang modal di triwulan mendatang.

Perkiraan ITK Provinsi NTB untuk triwulan III-2017 mendatang cukup optimis dibandingkan dengan perkiraan nasional, dimana perekonomian secara nasional diperkirakan masih akan relatif sama dengan triwulan II. (bul)