Tak Berfungsi Optimal, Sejumlah Pasar Tradisional di Loteng akan Dialihfungsikan

Praya (Suara NTB) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) bakal mengalihfungsikan sejumlah pasar tradisional yang ada di daerah ini. Mengingat, keberadaan pasar-pasar tersebut sudah tidak optimal lagi. Bahkan ada yang sudah tidak digunakan oleh masyarakat.

Kepala Disperindag Loteng, Drs. H. Saman, Jumat, 4 Agustus 2017, mengatakan setidaknya sudah ada tiga pasar tradisional yang masuk rencana ini, yakni Pasar Beleka Desa Beleka, Pasar Sintung dan Pasar Dasan Baru Desa Sukarara. “Rencananya pasar-pasar ini nantinya akan kita jadikan sentra pengembangan produksi. Termasuk sebagai pasar seni,” jelasnya.

Misalnya, Pasar Sintung pihaknya sudah mengajukan usulan aliha fungsi sebagai pasar seni ke pemerintah pusat. Pasalnya, fisik pasar tersebut dibangun oleh pemerintah

pusat, sehingga perlu ada izin dari pemerintah pusat untuk mengalihfungsikan Pasar Sintung.

“Tim dari pemerintah pusat sudah dua kali turun untuk mengecek kelayakan rencana alih fungsi tersebut. Dan, kini tinggal menunggu persetujuan saja,” tandas Saman.

Adapun untuk Pasar Dasan Baru Desa Sukarara, pihaknya masih mengkaji status lahan tempat pasar tersebut. Yang kemungkinan nantinya akan dialihkan sebagai pusat dan sentra produksi kain tenun sebagai mana status Desa Sukarara sebagai sentra produksi kain tenun di Loteng.

Pihaknya berharap, dengan pengalihfungsian pasar-pasar ini bisa mengoptimalkan kembali keberadaannya. Lantaran fasilitas di pasar-pasar tersebut hampir semua sudah ada, sehingga sia-sia kalau tidak digunakan secara optimal. “Fasilitas sudah ada, jadi harus kita optimalkan fungsinya,” tegas Saman. (kir)