Penyelesaian PPN Awang Butuh Anggaran Rp 100 Miliar

Mataram (Suara NTB) – Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Awang, Lombok Tengah hingga kini belum dapat dimanfaatkan dengan baik untuk operasional, sesuai hajatannya. Nasib pelabuhan perikanan terbesar di NTB ini ada di tangan Kementerian Kelautan Perikanan (KKP). Untuk merampungkannya, defisit pendanaan mencapai Rp 100 miliar.

“Masih butuh Rp 50 miliar, sampai Rp 100 miliar,” kata Kepala Dinas Kelautan Perikanan Provinsi NTB, Ir. L. Hamdi, M. Si.

PPN Awang saat ini pengelolaannya sudah dipegang langsung oleh pemerintah pusat melalui KKP. Untuk proses itu, KKP juga sudah meminta rekomendasi dari Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi untuk membentuk UPT Pelabuhan Perikanan. Gubernurpun sudah mengelurakan rekomendasi tersebut. Namun proses pembentukan UPT tidak bisa terlaksana begitu saja.

“Tidak bisa kantor pelabuhan itu dibuat sebelum ada kantor pengelolanya kan?,” demikian L. Hamdi.
Untuk operasional PPN Awang ini, harus dibentuk UPT terlebih dahulu. Pemprov NTB sudah memberikan rekomendasi. Ibaratnya, kendaraan tidak bisa berjalan jika sopirnya belum disiapkan.

Kepala dinas belum mendapat kabar adanya dukungan anggaran pusat untuk

merampungkan PPN Awang. Pemerintah daerahpun terus mengingatkan KKP untuk memperhatikannya. Dengan kekurangan anggaran hingga Rp 100 miliar ini, alokasinya untuk memenuhi sarana dan prasarana pendukung. Misalnya, cold storage , sarana air bersih, listrik, pabrik es dan komponen lain terkait tanda-tanda rambu alur laut.

Untuk sharing APBD, L. Hamdi mengatakan posri dukungan anggaran dari pemerintah daerah sudah dilaksanakan dengan ikut membangun PPN Awang. Selanjutnya, kewenangan diserahkan ke pemerintah pusat. Daerah akan mendapatkan dampak fungsinya PPN Awang, pelayanan kepada nelayan akan lebih berkembang.

“Anggaran pusat untuk kegiatan rutin pembangunan fisik belum ada, tapi 60 sampai 70 persen PPN itu sudah dibangun. Pada dasarnya sudah siap beroperasi,” imbuhnya.

Selanjutnya PPN Awang akan “dijual” oleh Perusahaan Perikanan Nusantara yang notabenenya sudah memiliki cukup banyak kapal untuk memanfaatkan pelabuhan tersebut. Kapal-kapalnya di tempat lain bisa dipindahkan ke Palabuhan Awang.

“Nantinya secara bertahap kapal-kapal ikan dari berbagai asal akan masuk ke PPN Awang. Jadi pusat pendaratan ikan bahkan yang dari luar negeri,” demikian L. Hamdi. (bul)