Warga Bunbeleng Lombok Barat, Bayar Listrik Rp 30 Juta Per bulan

Giri Menang (Suara NTB) – Kehidupan Warga Dusun Bun Beleng Desa Sekotong Timur Kecamatan Lembar sangat minim sarana dasar, akses jalan, listrik air dan sarana lainnya. Bahkan untuk memperoleh air ratusan KK di wilayah itu mesti menempuh jarak 1-2 kilometer dengan kondisi jalan terjal dan berbatu. Sekedar mendapatkan pelayanan listrik, mereka terpaksa membayar Rp 30-40 juta per bulan, karena mereka tidak mendapatkan subsidi pemerintah.

Kondisi ini pula menyebabkan mereka hidup terbelakang. Untuk mengatasi persoalan ini, Kepala Dusun Bunbeleng Mustain bersama warga setempat pun telah mendapatkan kepastian dari pihak Sanggar Belajar Rumah Cerdas Lembar. Rencananya Jumat ini, Rumah Cerdas menggandeng wartawan bersama warga setempat memulai membuka akses jalan sepanjang 2,5 kilometer.

Ditemui saat rapat dengan pihak Rumah Cerdas dan wartawan di Posko Sanggar Belajar, Mustain menuturkan kondisi warganya. Mulai dari akses jalan yang rusak parah hingga persoalan aisr bersih dan listrik. “Kalau air bersih kami peroleh dengan turun ke bawah bukit, jaraknya 1-2 kilometer. Listrik kami ngalir caranya, kami bayar itu Rp 60 ribu per KK,” jelasnya.

Ia menuturkan jumlah KK di wilayahnya sebanyak 215 dengan total jiwa hampir 500 orang. Begitu masuk musim kemarau, kekeringan kerap melanda daerahnya. Tiap tahun warganya dihantui kekeringan karena tidak ada air bersih masuk ke dusunnya. Di dusun itu sendiri kata kadus ini, ada beberapa warga yang membangun sumur, namun ketika musim kemarau kering kerontang. Warga juga mengandalkan beberapa mata air, namun jaraknya jauh di bawah dusun setempat. Untuk tiba ke lokasi mata air ini butuh perjuangan karena medan terjal.

Untungnya, tuturnya, pihak Rumah Cerdas mau membantu membuka jalan menuju dusun setempat. Panjang jalan yang bakal dibuka jelasnya 2,5 kilometer, mulai dari Dusun Tibu Lilin hingga Dusun Bunbeleng. Sejauh ini, lanjutnya, terkait surat pernyataan hibah dari warga untuk pembukaan jalan ini sudah selesai, karena warga sudah menandatangani. “Kami berterima kasih kepada pihak rumah cerdas karena telah membukakan akses jalan,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Sanggar Belajar Rumah Cerdas Evi Febriana menyatakan kegiatan pembukaan jalan ini telah lama diupayakan bersama wartawan dan warga setempat. Menurutnya, pembukaan jalan ini bukan ansih dari rumah cerdas, namun membangun bersama. Hal ini bentuk edukasi (pembelajaran) bagi masyarakat lain agar bisa mandiri. “Mereka tidak saja diajarkan salat saja, namun diajarkan nilai gotong-royong, kemandirian dan kesabaran yang diiiringi usaha-usaha,’’ jelas Evi. (her)