Potensi Pariwisata Lotim Belum Dikelola Maksimal

Selong (Suara NTB) – Sektor pariwisata di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) adalah salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang terbilang masih tersembunyi. Pasalnya, potensi besar yang dimiliki Lotim itu sampai sekarang belum terkelola dengan baik. Potensi besar itu diharapkan bisa terungkap.

Hal ini yang mendorong Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Lotim, Akhmad Roji agar bagaimana sektor ini mampu memberikan PAD besar bagi daerah dan bermanfaat bagi masyarakat.

Selain itu, ujarnya, penataan destinasi wisata yang memadai akan melahirkan sumber pendapatan. Dalam hal ini, pemerintah tidak bisa serta merta langsung menarik retribusi pada suatu hotel dan restoran secara maksimal, jika fasilitas yang diberikan pemerintah masih terbatas.

Baca juga:  Enam Kapal Pesiar Menyusul Masuk di Pelabuhan Internasional Gili Mas

“Tidak mengherankan jika banyak yang menolak memberikan retribusi,” akunya pada Suara NTB, Jumat, 14 Juli 2017.

Pengganti Widiyanto ini mendorong pemerintah untuk membuat regulasi-regulasi terkait penataan kawasan. Sumber-sumber penataan kawasan ini tidak hanya dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Namun bisa dikejar ke kantor-kantor kementerian yang ada

di pusat. Dalam hal ini, ujarnya, pemerintah cukup dengan membuatkan musala, kamar kecil dan fasilitas penunjang lainnya.

Hal senada diungkapkan anggota BPPD Lotim Munadi. Menurutnya, pembangunan destinasi wisata yang baik harus memiliki sarana dan prasarana pendukung di suatu objek wisata dan diklaim bisa menghadirkan uang untuk daerah.

Munadi mencontohkan, penataan kawasan Pantai Pink dan sekitarnya. Kawasan ini saat ini cukup minim fasilitas penunjang. Tidak ada fasilitas pendukung. Jika dibangunkan seperti kawasan parkir misalnya itu semua bisa menjadi sumber pendapatan buat daerah.

Baca juga:  Perdana, Kapal Pesiar Bawa 1.988 Penumpang Bersandar di Gili Mas

Keterbatasan sarana dan prasarana penunjang inilah yang disebut menjadi salah satu kendala promosi wisata. Bahkan beberapa kali saat menjual Lotim di sejumlah daerah, Munadi ini mengaku malu saat ditanya soal fasilitas apa yang ada di destinasi wisata yang dipromosikan.

“Saya pernah malu di Makassar saat promosikan Pantai Pink dan ditanya apa fasilitasnya,” akunya. Keinginan BPPD Lotim ini,pariwisata Lotim ini bisa hidup dan menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat Lotim lainnya. (rus)