Kembangkan Sektor Jasa untuk Percepat Penurunan Angka Kemiskinan

Dompu (Suara NTB) – Mantan Wakil Gubernur NTB, Ir. H. Badrul Munir, MM, mengingatkan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Dompu membuat terobosan dalam mengintervensi pengembangan sektor jasa jika ingin mempercepat penurunan angka kemiskinan hingga 2 persen pertahun. Pariwisata merupakan sektor jasa yang paling murah dan punya efek pengganda yang besar.

“Bali turunkan kemiskinan lewat pariwisata. SDA Bali sudah tidak mampu atasi ledakan penduduk yang semakin padat, maka mereka ubah haluan lewat sektor pariwisata. Bali berhasil. Kemiskinan turun, terakhir pada posisi di bawah 5 persen,” kata Badrul kepada wartawan, Sabtu, 8 Juli 2017.

Baca juga:  21 Ribu Korban Gempa di NTB Jatuh Miskin

Berbeda dengan NTB yang belum maksimal dengan pariwisatanya, walaupun sudah memulainya dan pada 2016 kemiskinannya justru mengalami peningkatan.

“Pulau Sumbawa juga demikian (pengembangan pariwisatanya tidak all out). Jika hanya mengandalkan sektor pertanian, penurunan kemiskinan pasti lambat. Harus ada terobosan intervensi sektor jasa, dan sektor jasa yang paling murah dan punya multyplier effect besar adalah pariwisata,” ingat mantan Wakil Gubernur NTB ini.

Di Dompu, kata Badrul Munir, tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinannya relatip kecil dibandingkan daerah – daerah lain di NTB. Itu artinya, kemiskinan di Dompu lebih mudah diatasi. “Orang miskin di Dompu paling tidak, mereka punya aset, minimal punya rumah dan lahan. Apalagi modal sosial dan soliditas sosial masyarakat Dompu juga masih tinggi,” katanya.

Baca juga:  21 Ribu Korban Gempa di NTB Jatuh Miskin

Persoalan di lapangan, lanjut Badrul Munir, banyak orang miskin karena terpaksa miskin dan tidak sadari dirinya masuk kategori miskin. Sehingga menjadi tanggungjawab negara untuk mengeluarkannya dari garis kemiskinan, bila tidak mereka harus dipelihara sesuai amanat konstitusi.

“Pemerintah yang keliru ketika rakyat minta ikan dikasih ikan, mestinya diberi pancing. Sistem charity jelas tidak mendidik, malah membuat orang jadi ketergantungan,” pesannya. (ula)