Pedagang Ketupat Dadakan Ramai Buka Lapak di Jalan Majapahit dan Airlangga

Advertisement

Mataram (suarantb.com) – Lebaran topat umumnya diisi dengan liburan dan berkumpul dengan keluarga. Namun, tidak demikian dengan para pedagang ketupat. Bukannya liburan, mereka sejak pagi menjajakan ketupat di pinggir jalan.

Pemandangan tak biasa terlihat di sekitar Jalan Majapahit dan Jalan Airlangga. Trotoar yang biasa digunakan pejalan kaki itu dipenuhi pedagang ketupat. Sekitar 20 pedagang meramaikan trotoar sepanjang Jalan Majapahit dan Jalan Airlangga. Pemandangan semacam itu jarang ditemukan di hari-hari biasa.

Seorang pedagang ketupat, Rohana mengaku sudah mulai berjualan sejak Sabtu sore. Warga Punia itu hanya berjualan ketupat saat momen-momen tertentu. Misalnya saat hari raya Idul Fitri, Lebaran Topat dan hari raya Idul Adha. Ia mengaku sehari-hari hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga.

“Besok jualan lagi kalau lebaran kurban,” kata Rohana kepada suarantb.com, Minggu, 2 Juli 2017.

Menurut Rohana, lebaran topat hari ini tidak seramai saat lebaran Idul Fitri. Saat hari raya beberapa waktu lalu, ia mendapat Rp 3, 5 juta hasil dari menjual ketupat. Ia berjualan pada malam hari dan pagi setelah salat Idul Fitri. Namun, saat lebaran topat ini ia hanya mendapat Rp 1 juta pada malam hari. Sementara jualannya masih belum habis hingga sore tadi.

Pedagang lainnya, Nurul mengaku mulai berjualan ketupat sejak hari raya Idul Fitri. Meski mengaku pembeli cukup ramai saat lebaran topat, namun lebih pada saat Idul Fitri. Pada saat pembeli ramai, ia bisa mendapat hasil penjualan Rp 300 ribu. Saat hari biasa , Nurul mengaku biasanya mendapatkan Rp 70 ribu. “Kalau ndak hari lebaran sepi mas,” ujarnya. (bur)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.