Jatah Warga Miskin Tak Boleh Dipotong

Selong (Suara NTB) – Proses pembagian paket sandang pangan terhadap 80 ribu warga miskin di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) saat ini sedang berjalan. Namun dalam pembagiannya, paket yang terdiri dari enam item logistik itu dipecah, sehingga jatah yang didapatkan oleh warga miskin berkurang.

Kepala Dinas Sosial Lotim, Ir. R. Mulyanto Tejo Kusumo, SH, menegaskan jika pemecahan atau pembagian secara merata paket sandang pangan sudah menyalahi aturan. Pasalnya, dalam pembagian paket sudah ada nama-nama masyarakat yang berhak menerima paket itu secara utuh.

“Paket itu tidak boleh dibagi, siapa penerima paket itu kan sudah ada nama-namanya. Itulah yang menerima satu dus itu,” tegasnya, Minggu, 2 Juli 2017.

Baca juga:  21 Ribu Korban Gempa di NTB Jatuh Miskin

Sementara, PPK dalam pengadaan paket sandang pangan Lotim 2017, Drs. Ibrahim juga menegaskan pihaknya akan bekerja ekstra untuk menyelesaikan pendistribusian paket sandang pangan.

Apabila ada ditemukan barang yang rusak agar dilaporkan untuk secepatnya diganti oleh pihak penyedia (kontraktor). Ditegaskan pula, paket tidak boleh diberikan kecuali kepada yang berhak menerima. Apabila ada pihak yang membagi rata paket tersebut, maka tentu ada sanksi yang akan diterimanya.

Sebelumnya, Kabag Humas dan Protokoler Setda Kabupaten Lotim, Ahmad Subhan, menegaskan, paket sandang pangan dengan nilai kontrak Rp 22.274.800.000 tidak boleh dipecah atau dibagi rata kepada semua masyarakat di tingkat dusun. Paket tersebut harus diterima secara utuh oleh masyarakat yang berhak menerima.

Baca juga:  21 Ribu Korban Gempa di NTB Jatuh Miskin

‘’Tidak boleh diatur dengan maksud membagi rata kepada masyarakat,’’ ujarnya mengingatkan.

Sementara, Kades Masbagik Selatan, Mastar mengungkapkan, pendistribusian paket sandang pangan didistribusikan dari kabupaten ke kecamatan. Setelah itu dari kecamatan langsung ke kepala dusun. Dalam hal ini, dirinya tidak mengetahui adanya pembagian secara merata paket sandang pangan yang seyogyanya diihajatkan bagi 80.000 warga miskin di Lotim ini. (yon)