Agen Bus di Terminal Mandalika Dirugikan Calo

Advertisement

Mataram (suarantb.com) – Di balik meningkatnya arus pemudik di Terminal Mandalika, tersembunyi sedikit keluhan dari Edi Harianto, seorang agen tiket. Ia mengaku praktik percaloan yang masih terjadi merugikan para agen bus, termasuk dirinya.

Edi bercerita telah dua kali dirugikan akibat aksi para calo. Selain agen, penumpang pun turut menjadi korban.

Pria paruh baya ini menjelaskan itu terjadi ketika dua penumpang busnya jurusan Mataram-Empang, Sumbawa hampir diturunkan, karena tidak memiliki tiket. Padahal mereka mengaku telah membeli tiket. Setelah ditelusuri ternyata mereka membeli pada calo.

“Dua orang pernah hampir saya turunkan karena ternyata ndak ada tiket padahal mereka mengaku sudah beli. Ternyata belinya di calo, jadinya saya suruh dia cari calonya dan minta tiketnya. Biar ndak diturunkan,” jelasnya.

Dengan alasan membantu penjualan tiket agen, para calo ini juga diakuinya kerap membawa tiket dari agen tanpa menyerahkan hasil penjualan. “Dikasih tiket ndak dibayar ke agen,” ucapnya.

Edi mengakui menjelang Idul Fitri, harga tiket bus kelas non ekonomi memang mengalami kenaikan. Namun harga yang dipatok tidak terlalu mahal. Hanya lebih mahal 10-15 persen dari harga awal.

“Dari H-7 lebaran sudah naik, tiket Mataram-Empang yang normalnya Rp 140 ribu kita jual Rp 160 ribu. Kalau ke Bima, Dompu dari harga Rp 250 ribu bisa sampai Rp 300 ribu,” tutur agen bus Angkasa Jaya ini.

Kepala Terminal Mandalika, Shaiful Jihad mengungkapkan, untuk menghindari calo sudah dipisahkan antara tempat lokasi bus dengan jalan bus masuk, loket pembelian tiket serta ruang tunggu penumpang. (ros)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.