Penurunan Kemiskinan di KLU Tak Capai Target

Tanjung (Suara NTB) – Penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Utara (KLU) tahun 2016 tak mencapai target sebesar 2,5 persen. Namun demikian capaian penurunan 0,92 persen tahun 2016 itu tergolong sebagai angka dengan laju penurunan paling tinggi dibandingkan daerah lain di NTB.

Bupati KLU Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH, Senin, 19 Juni 2017 mengungkapkan penurunan angka kemiskinan di KLU masih lebih tinggi dibandingkan kabupaten/kota lain. Dengan penurunan yang dicapai tahun 2016 lalu, menyisakan persentase jumlah penduduk miskin KLU di angka 33,21 persen.

“Persentase penduduk miskin di Lombok Utara turun dari 34,14 persen menjadu 33,21 persen,” ujarnya.

Meski persentase penduduk masyarakat KLU tertinggi di NTB, bupati masih bisa lega, karena kedalaman kemiskinan di KLU tidak separah daerah lain. Bahkan dengan Angka Garis Kemiskinan yang cukup tinggi ia meyakini orang miskin di KLU belum tentu miskin di kabupaten lain.

Baca juga:  Dampak Gempa Jumlah Penduduk Miskin KLU Bertambah

“Ini unik, karena pola hidup dan tingkat kemahalan harga lebih besar dari beberapa kabupaten di NTB. Sehingga seandainya kondisi ini ada di kabupaten lain belum tentu angka kemiskinan KLU tinggi dibanding kabupaten lain,” sambungnya.

Persoalan yang masih harus diperbaiki adalah bagaimana mengejar target penurunan kemiskinan sebesar 2,5 persen sebagaimana di-MoU-kan dengan Pemprov NTB. Najmul dalam hal ini, berharap peran serta masyarakat dari pengusaha, perbankan dan unsur stakeholder bergerak bersama menurunkan angka kemiskinan.

Dalam peletakan batu pertama Bank NTB di Tanjung beberapa waktu lalu, Najmul juga berharap ke depan Bank NTB di KLU semakin aktif dalam mengintervensi mobilitas perekonomian. Perekonomian di KLU ia yakini makin menggeliat seiring partisipasi pembangunan kalangan perbankan khususnya Bank NTB.

Baca juga:  Laju Penurunan Kemiskinan NTB Tercepat Kedua di Indonesia

“Sensus BPS NTB menunjukkan KLU di tahun 2016 menduduki peringkat pertama dengan angka kemiskinan turun paling tinggi. Sejalan dengan itu, kita di tahun 2017 menerima sejumlah penghargaan seperti Top Mover Penanggulangan Kemiskinan, Top Mover Peningkatan IPM, Top Mover AHH (angka harapan hidup). Hasil semua itu bukan karena saya, tapi karena peran serta semua pihak,” tandasnya.

Terpisah, Kepala BPS Lombok Utara, H. Muhadi, membenarkan progres tertinggi penurunan kemiskinan dialami Lombok Utara. Sebagaimana rilis BPS tanggal 1 Juni lalu, capaian penurunan kemiskinan cukup menggembirakan.

“Ya benar, rinciannya 34,13 persen tahun 2015 menjadi 33,21 persen tahun 2016 atau turun 0,92 persen. Penurunan yang paling tinggi dari penurunan kemiskinan kabupaten/kota di NTB,” demikian Muhadi. (ari)