Bi Siapkan Uang Baru Rp 2,9 Triliun untuk Penukaran

Mataram (Suara NTB) – Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Provinsi NTB melakukan antisipasi lebih awal untuk memenuhi kebutuhan uang baru masyarakat. Selama bulan puasa, senilai Rp 2,9 triliun uang baru berbagai pecahan disiapkan untuk penukaran.

Jumlah uang baru yang disiapkan pada bulan puasa tahun ini meningkat 60 persen dibanding yang disiapkan tahun 2016 lalu sebesar Rp Rp 1,8 triliun.

Kepala Perwakilan BI NTB, Prijono di dampingi Deputi, Wahyu Hidayat di temui saat memantau kegiatan penukaran uang di pelataran Islamic Center, Selasa, 30 Mei 2017 memaparkan, memasuki bulan suci Ramadan 1438 H, pola konsumsi masyarakat cenderung mengalami peningkatan.

Hal tersebut merupakan siklus yang selalu terjadi setiap tahunnya, baik sebelum bulan Puasa hingga setelah pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri. Fenomena meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Bulan Ramadan tersebut menurutnya, perlu diiringi dengan ketersediaan uang tunai yang mencukupi, guna mendukung transaksi pembayaran yang dilakukan di seluruh daerah, termasuk di Provinsi NTB.

Hal tersebut telah diantisipasi oleh Kantor Perwakilan BI NTB, dengan memastikan kecukupan uang tunai selama bulan suci Ramadan ini.

Uang baru berbagai pecahan disiapkan khusus untuk kebutuhan penukaran dan transaksi uang tunai di kalangan masyarakat NTB. Jumlah tersebut sudah termasuk untuk melayani kebutuhan uang tunai di Pulau Sumbawa melalui mekanisme kas titipan.

Penyaluran uang tunai melalui kas titipan dilakukan bekerjasama dengan perbankan di Kabupaten Sumbawa, dan Kota Bima, yang masing – masing sebesar Rp 440 milliar dan Rp 295 milliar untuk bulan Ramadan ini.

Selain itu, BI bersama Perbankan Provinsi NTB juga melayani penukaran uang keliling untuk masyarakat umum. Penukaran uang keliling untuk wilayah Kota Mataram dilakukan setiap hari Senin – Jumat pukul 09.00 – 14.00 Wita, bertempat di Lapangan Sangkareang dan Lapangan Islamic Center atau Masjid Hubbul Wathan.

Sementara itu kegiatan penukaran uang keliling juga dilakukan di wilayah Gerupuk – Lombok Tengah (5 – 6 Juni 2017), Pringgabaya – Lombok Timur (8 – 9 Juni 2017), dan Bayan – Lombok Utara (12 – 13 Juni 2017). Pada penukaran uang keliling tersebut, masyarakat juga dapat menukarkan uang lusuh maupun uang pecahan kecil yang dimiliki, sebagai wujud kepedulian terhadap rupiah.

Prijono juga kembali mengingatkan kepada masyarakat agar tetap mewaspadai beredarnya uang palsu selama bulan Ramadan. BI terus memperkuat fitur keamanan uang Rupiah, termasuk pada uang Rupiah Tahun Emisi 2016, melalui jargonnya yaitu 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang). Peningkatan fitur keamanan uang Rupiah tersebut, diharapkan dapat memudahkan masyarakat untuk mengenali ciri – ciri keaslian uang rupiah.

“Pokoknya jangan khawatirlah untuk ketersediaan uang baru berbagai pecahan. BI menjaminnya. Masyarakat juga ingat, waspadi peredaran uang palsu dengan lebih berhati-hati dan teliti,” demikian imbauan Prijono. (bul)