Usulan Kenaikan Tarif Penyeberangan Kayangan – Pototano Dibahas Setelah Puasa

Mataram (Suara NTB) – Usulan kenaikan tarif penyeberangan Kayangan, Lombok Timur-Pototano Sumbawa Barat akan dibahas setelah puasa mendatang. PT. ASDP Cabang Kayangan mengusulkan kenaikan tarif penyeberangan ke Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi belum lama ini.

“Kita lihat dulu usulan itu, kita suruh ekspos dulu. Kalau memang harus naik, iya akan naik. Tapi yang di Kayangan – Pototano  habis puasa kita bahas,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB, Drs. L. Bayu Windya, M.Si ketika dikonfirmasi Suara NTB, Senin, 22 Mei 2017 siang kemarin.

Bayu menjelaskan, pihaknya akan mengundang pihak-pihak terkait seperti Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Cabang Kayangan, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan pihak terkait lainnya. Dari ekspos tersebut, nantinya akan diketahui komponen apa saja yang mengalami peningkatan biaya. Sehingga, inilah yang akan menjadi pertimbangan usulan ke gubernur.

Ia menambahkan, belum bisa menyebutkan berapa persentase kenaikan tarif angkutan penyeberangan yang menghubungkan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa tersebut. ‘’Prinsipnya, pengusaha kapal tetap beroperasi dengan tidak merugi, konsumen juga tidak keberatan,’’ katanya.

Baca juga:  Pelabuhan Baru, Paket Tur Kapal Pesiar Belum Terstruktur

Ketika ditanya apakah besaran persentase kenaikan tarif penyeberangan itu sama seperti Lembar-Padangbai? Bayu menjelaskan, dalam usulan itu ASDP hanya meminta kenaikan saja. Tapi kemungkinan mereka meminta kenaikan sama seperti penyeberangan Lembar-Padangbai sebesar 10 persen.

Diketahui, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menurunkan tarif penyeberangan Kayangan – Pototano sebesar lima persen awal 2016 lalu. Gubernur menerbitkan  Pergub No. 552.1-25 tahun 2016  tertanggal 14 Januari 2016.  Dengan Pergub tersebut, tarif  angkutan penyeberangan Kayangan-Pototano untuk penumpang kelas ekonomi dewasa sebesar Rp 18.000 dan anak-anak sebesar Rp 10.000.

Artinya terjadi penurunan sekitar Rp 2.000 dari tariff sebelumnya. Untuk tarif kendaraan dihitung berdasarkan golongannya. Kendaraan golongan I tariff baru sebesar Rp 26.500, golongan II (sepeda motor di bawah 500 cc) Rp 51.500, golongan III (sepeda motor di atas 500 cc) Rp 86.500.

Baca juga:  Enam Kapal Pesiar Menyusul Masuk di Pelabuhan Internasional Gili Mas

Selanjutya, kendaraan penumpang golongan IV dengan panjang sampai dengan 5 meter Rp 445.000 dan kendaraan barang dengan panjang sampai 5 meter Rp 414.000. Golongan V, kendaraan penumpang dengan panjang sampai 7 meter tarif baru sebesar Rp 682.000 dan kendaraan barang dengan panjang sampai 7 meter tarif baru sebesar Rp 613.000. Golongan VI, kendaraan penumpang dan barang dengan panjang sampai dengan 10 meter dikenakan tariff baru masing-masing Rp 1.091.000 dan Rp 948.000.

Kendaraan barang golongan VII dengan panjang 10-12 meter mengalami penurunan tarif menjadi Rp 1.673.000. Kendaraan bang golongan VIII dengan panjang 12-16 meter mengalami penurunan tarif menjadi 1.817.000. Serta kendaraan barang golongan IX dengan panjang di atas 16 meter mengalami penurunan tarif menjadi Rp 2.004.500. (nas)