Ini Penyebab Rendahnya Harga Jual Sayur dan Buah Lokal NTB

Mataram (suarantb.com) – Salah satu faktor yang dapat meningkatkan daya saing komoditas produk adalah kualitas serta nilai tambah yang mampu dihasilkan.

Menurut Kepala Dinas Perdagangan NTB, Dra. Hj. Putu Selly Andayani, M.Si, rendahnya nilai harga beberapa komoditas seperti sayuran dan buah-buahan di NTB karena kualitasnya yang tidak diperhatikan dengan baik.

Menurutnya, sayur dan buah yang dijual di pasar tradisional bisa memilki nilai lebih jika kualitas dan mutu sayuran bisa dipertahankan dengan baik. Jika penataan dan pewadahan sayur dan buah bisa dilakukan dengan baik, Selly yakin harga komoditas tersebut memiliki nilai tambah.

“Coba pisang-pisang di pasar itu kan banyak yang ditumpuk-tumpuk begitu aja, coba itu bisa dirapikan, ditata tempat penjualannya, pasti harga jualnya lain lagi. Karena kalau ditumpuk kan bentuknya bisa rusak semua,” ujar Selly saat ditemui suarantb.com di kantornya, Jumat, 3 Maret  2017.

Ia menyayangkan para pedagang yang tidak berupaya mempertahankan kualitas sayur dan buah yang mereka jual.

“Coba lihat kadang di bemo itu kalau pagi dipenuhi sayuran, ikan, buah. Nah, kadang  tumpukan sayur itu didudukin sama kernetnya, ya bagaimana ndak rusak sayur kalau begitu,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut akhirnya membuat harga sayur menjadi murah, karena nilai kualitas dan kebersihannya yang berkurang. Akhirnya, keuntungan yang didapatkan para pedagang juga tidak banyak. Selly percaya jika sayuran yang dijual terjamin kebersihan, mutu dan kualitasnya, maka komoditas tersebut akan bernilai lebih tinggi.

Menurutnya, untuk meningkatkan daya saing produk di pasar, faktor kebersihan  menjadi penting untuk diperhatikan. Revitalisasi pasar sudah seharusnya juga dibarengi  penyediaan pengolahan limbah sampah di area pasar.

“Harusnya revitalisasi itu sekalian pengolahan limbahnya diperhatikan juga sekarang kan sampah dibuang sembarangan, kadang di got di kali juga,” ujarnya.

Selly meyakini, kondisi pasar yang bersih, rapi dan tertata dengan baik tentu membuat pengunjung tidak ragu untuk membeli semua komoditas yang dijual.

“Pasar boleh tradisional tapi kesan bau dan becek itu harus dibuang,” pintanya.

Dengan begitu, menurutnya produk-produk yang di jual di pasar bisa memiliki nilai tambah dan daya saing yang baik. (hvy)