BPKB Tak Dikembalikan, Nasabah Amanah Finance Mengadu ke OJK

Mataram (Suara NTB) – Nasabah Amanah Finance Mataram melapor ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB.

Markiodi dan Ahmad Arifin, Senin, 27 Februari 2017, mendatangi langsung kantor Amanah Finance Mataram, meminta kepastikan kapan BKPB mereka akan dikembalikan pihak finance, setelah kredit kendaraan mereka lunasi tahun 2016 lalu.

Markiodi asal Desa Genggelang, Gangga Lombok Utara mengaku sejak 2012 mengambil satu unit kendaraan roda empat pick up di salah satu dealer. Harga kendaraan waktu itu diselesaikan oleh pihak Amanah Finance selaku pihak ketiga penyalur kredit. Markiodi melunasi kredit tersebut pada pertengahan tahun 2016 lalu, namun hingga kini BPKB kendaraan belum juga dikeluarkan oleh pihak finance.

“Ini  tempat kredit uang atau kredit janji,” katanya setelah merasa cukup lelah dipermainkan pihak finance.

Dia adalah salah satu dari beberapa orang di desanya yang senasib. Beberapa kali ia meminta agar BPKB segera dikeluarkan. Namun hingga saat ini, BPKB tersebut tak kunjung diberikan. Ia dan rekannya mendatangi manajamen Amahan Finance di Mataram kemarin dan melaporkan langsung kepada OJK NTB. Ia dititemui langsung Kepala Cabangnya, Syam Sofyan.

Baca juga:  Mantan Kepala Kemenag Bima Didakwa Korupsi Rp615,6 Juta

Dalam pertemuan kemarin di kantornya, Syam Sofyan mengaku persoalan ini menjadi perhatiannya sejak beberapa lama. Amanah Finance adalah salah satu kantor cabang dari perusahaan induknya di Makassar. Terdapat sebanyak 120 nasabahnya yang mengalami nasib seperti itu. Permintaan agar BPKB nasabah pada dasarnya telah disampaikan ke kantor pusat. Namun hingga kini belum ada respon.

Bagaimana ceritanya BPKB tertahan di kantor pusatnya di Makassar? Syam mengaku, atas dasar pencairan kredit pada tahun 2011 hingga 2013 ada di kantor pusat langsung. Sehingga seluruh agunan tertahan di Makassar.

Baca juga:  Kejagung Periksa Pejabat Balai Sertifikasi Benih NTB

Terhadap banyaknya nasabah yang BPKB-nya tertahan di kantor pusat Amanah Finance, kantor cabang di Mataram telah menyampaikan pengaduan ke OJK NTB pada 17 Februari 2017 ini. Dalam risalah pertemuan tersebut salah satu poin yang mengemuka adalah BPKB nasabah dijadikan oleh Amanah Finance sebagai agunan di bank.

“Saya sudah sampaikan laporan ke OJK, selambat-lambatnya tanggal 10 Maret sudah bisa diselesaikan,” demikian Syam Sofyan.

Kepala OJK NTB, Yusri melalui Kepala Bagian Pengawasan Bank, Hj. Aprillah, HS ditemui terpisah mengiyakan telah dilakukan pertemuan dengan pihak finance. OJK mendorong agar kewajiban finance di tuntaskan.

“Kita sudah minta mereka (Amanah Finance) untuk segera menyelesaikannya. Kami juga akan mengawal sampai persoalan ini tuntas,” demikian Hj. Aprillah. (bul)