Januari, Ekspor NTB Turun 73,62 Persen

Mataram (suarantb.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB mencatat neraca perdagangan Januari 2017 mengalami surplus sebesar US$ 45.639.571. Angka tersebut berdasarkan selisih ekspor Januari 2017 sebesar US$ 51.624.474 dengan impor Januari 2017 sejumlah US$ 5.984.903.

Nilai ekspor NTB sendiri mengalami penurunan sebesar 73,62 persen jika dibandingkan ekspor Desember 2016 sejumlah US$ 195.677.273.

“Penurunan sejumlah 73,62 persen ini disebabkan oleh turunnya ekspor barang tambang/galian non migas,” ungkap Kepala BPS NTB, Endang Tri Wahyuningsih di kantornya, Kamis, 16 Februari 2017.

Baca juga:  Pemprov NTB Validasi Ulang BDT Kemiskinan

Sebaliknya, nilai impor Januari 2017 mengalami peningkatan 23,48 persen dibanding bulan Desember 2016 yang bernilai US$ 4.846.729. Dilihat dari jenis barang, kata Endang, komoditas ekspor masih didominasi oleh barang tambang/galian non migas yang berjumlah US$ 51.463.855 (99,69 persen).

Disusul komoditas garam, belerang dan kapur sejumlah US$ 66.352 (0,13 persen), biji-bijian berminyak senilai US$ 29.569 (0,06 persen).  Sedangkan sisanya adalah ikan, udang, jerami/bahan anyaman, batu dan sebagainya.

Sedangkan barang impor dengan nilai terbesar adalah benda-benda dari besi dan baja senilai US$ 2.801.325 (46,81 persen). Sisanya, sebanyak 26,38 persen merupakan mesin-mesin/pesawat mekanik dan 8,07 persen adalah bahan bakar mineral.

Baca juga:  DPMPD Dukcapil NTB Gelar Bimtek Dorong Terwujudnya Akses Pemanfaatan Data

Endang  juga menyebutkan ekspor terbesar NTB ditujukan ke negara Filipina dengan persentase hampir 100 persen yakni 99,69 persen dengan total US$ 51.463.855. Sisanya, sebanyak 0,31 persen ditujukan ke negara lainnya.

Sedangkan negara asal impor terbesar ditujukan ke negara Australia senilai US$ 4.157.562 (69,47 persen), Singapura 12,25 persen dengan nilai US$ 733.317 serta Cina sebesar 5,74 persen dengan nilai US$ 3434.486. (hvy)