Ini Langkah PHRI NTB Cegah Menjamurnya Investasi Bodong

Mataram (suarantb.com) – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB mulai melakukan langkah-langkah preventif sebagai upaya dalam mencegah menjamurnya bisnis investasi bodong yang dapat merugikan masyarakat.  Modus penipuan berkedok investasi ini, banyak melakukan pertemuan di lingkup perhotelan guna menghimpun dana nasabah.

Ketua PHRI NTB, L. Abdul Hadi Faishal mengatakan bahwa pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak dalam memberantas investasi bodong yang tengah meresahkan masyarakat.

“Mereka melakukan meeting di hotel dengan cara yang mewah. Padahal mereka ini narikin uang nasabah, dikumpulin dan setelah itu mereka bawa lari uangnya. PHRI ingin memproteksi masyarakat dari investasi bodong ini,” ujar Hadi saat dihubungi suarantb.com Senin , 13 Februari 2017.

Baca juga:  Investasi Tiongkok di Indonesia Mencapai 2,3 Miliar Dolar Amerika

Hadi mengakui secara garis besar, pihaknya memang tidak dapat melarang pihak-pihak yang akan melakukan pertemuan di hotel.

Namun demikian, sesuai dengan hasil rilis dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait 80 perusahaan investasi bodong yang tersebar di Indonesia.

PHRI akan melakukan koordinasi dengan OJK dan pihak terkait untuk dapat selektif menerima perusahaan investasi yang terindikasi sebagai investasi bodong yang akan melakukan aksinya di perhotelan.

Tindakan preventif tersebut dilakukan PHRI sebagai upaya melindungi masyarakat dari penipuan investasi bodong yang sedang marak terjadi.  Hingga saat ini, Hadi menekankan bahwa dirinya telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan para anggotanya.

Baca juga:  Bali Ditawari Kereta, NTB Pengolahan Sampah, NTT Peternakan

80 orang telah terdaftar sebagai anggota resmi PHRI. Terdapat pula 790 calon anggota yang siap melakukan pencegahan bersama.

Terutama dalam mengindikasi adanya perusahan yang terdaftar oleh OJK sebagai investasi bodong yang akan melakukan pertemuan dengan para nasabah di perhotelan.

“Jangan sampai ada investor-investor bodong yang akan mengacaukan daerah ini dengan cara-cara yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya. (hvy)